Kalurahan Panggungharjo
  • Profil Desa
    • Sejarah Kalurahan Panggungharjo
    • Visi Misi
    • Wilayah
    • Peta Tematik
      • Peta Rencana Tata Ruang Wilayah
      • Peta Prasarana Pendidikan
      • Peta Potensi Budaya
      • Peta Sebaran UMKM
      • Peta Rumah Ibadah
    • Kependudukan
    • Data Statistik
    • Program Desa
    • Profil Pedukuhan
      • Pedukuhan Garon
      • Pedukuhan Jaranan
      • Pedukuhan Dongkelan
      • Pedukuhan Kweni
      • Pedukuhan Krapyak Wetan
    • Perangkat Kalurahan
    • Prestasi
    • Potensi Desa
  • Lembaga
    • Lembaga Kemasyarakatan Desa
      • BAMUSKAL
      • LPMD
      • TP-PKK
      • Karang Taruna
    • Lembaga Desa
      • BUMDes Panggung Lestari
      • PAKARTI
      • PSID
      • Bapel JPS
      • LMD
      • Bumi Panggung
      • GAPOKTAN
      • SADEPA
    • Organisasi Sosial Masyarakat
      • DMI
      • IPHI
  • Pelayanan
    • Informasi Pelayanan
    • Video Alur Pembuatan Surat
    • Daftar Nomor Penting
    • Peladi Makarti
    • Kontak
  • Laporan Anggaran
  • PPID
    • Profil PPID
    • Layanan Informasi
    • SOP & Regulasi
    • Laporan Layanan Informasi
  • Portal Aduan
  • Download
    • Produk Hukum
      • Undang Undang
      • Peraturan Pemerintah
      • Peraturan Menteri
      • Peraturan Gubernur
      • Peraturan Daerah
      • Peraturan Bupati
      • Peraturan Desa / Kalurahan
      • Peraturan Lurah Desa
      • Surat Keputusan Lurah
    • Arsip Data
      • Festival Sedesa
      • Data Desa
      • Brosur & Infografis Lain
      • Formulir/Angket
      • Kerjasama
    • Aplikasi Kemasyarakatan
No Result
View All Result
Kalurahan Panggungharjo
  • Profil Desa
    • Sejarah Kalurahan Panggungharjo
    • Visi Misi
    • Wilayah
    • Peta Tematik
      • Peta Rencana Tata Ruang Wilayah
      • Peta Prasarana Pendidikan
      • Peta Potensi Budaya
      • Peta Sebaran UMKM
      • Peta Rumah Ibadah
    • Kependudukan
    • Data Statistik
    • Program Desa
    • Profil Pedukuhan
      • Pedukuhan Garon
      • Pedukuhan Jaranan
      • Pedukuhan Dongkelan
      • Pedukuhan Kweni
      • Pedukuhan Krapyak Wetan
    • Perangkat Kalurahan
    • Prestasi
    • Potensi Desa
  • Lembaga
    • Lembaga Kemasyarakatan Desa
      • BAMUSKAL
      • LPMD
      • TP-PKK
      • Karang Taruna
    • Lembaga Desa
      • BUMDes Panggung Lestari
      • PAKARTI
      • PSID
      • Bapel JPS
      • LMD
      • Bumi Panggung
      • GAPOKTAN
      • SADEPA
    • Organisasi Sosial Masyarakat
      • DMI
      • IPHI
  • Pelayanan
    • Informasi Pelayanan
    • Video Alur Pembuatan Surat
    • Daftar Nomor Penting
    • Peladi Makarti
    • Kontak
  • Laporan Anggaran
  • PPID
    • Profil PPID
    • Layanan Informasi
    • SOP & Regulasi
    • Laporan Layanan Informasi
  • Portal Aduan
  • Download
    • Produk Hukum
      • Undang Undang
      • Peraturan Pemerintah
      • Peraturan Menteri
      • Peraturan Gubernur
      • Peraturan Daerah
      • Peraturan Bupati
      • Peraturan Desa / Kalurahan
      • Peraturan Lurah Desa
      • Surat Keputusan Lurah
    • Arsip Data
      • Festival Sedesa
      • Data Desa
      • Brosur & Infografis Lain
      • Formulir/Angket
      • Kerjasama
    • Aplikasi Kemasyarakatan
No Result
View All Result
Kalurahan Panggungharjo
No Result
View All Result

Sejarah Pandes Bermula dari Silsilah Majapahit

Junaedi by Junaedi
4 Maret 2022
in Seni, Budaya & Wisata
0
Sejarah Pandes Bermula dari Silsilah Majapahit
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Mempelajari sejarah Pandes, tidak bisa lepas dari fakta sejarah berupa nama-nama cikal bakal masing-masing kampung yang dibuktikan dengan beberapa makam yang berada di Pandes. Secara geografis Padukuhan Pandes meliputi empat kampung yang terdiri dari Kampung Sompokan, Kampung Pandes, Kampung Keplayu dan Kampung Tegal.

Secara bahasa Pandes berarti papan kang  nandes sakabehing laku, artinya adalah tempat yang paling berkesan hingga sampai ke hati dari perjalanan hidup manusia. Untuk lebih detailnya saya tuliskan menjadi sub-sub judul sejarah Pandes.

Sejarah  Kampung Sompokan

Sejarah Pandes tertua adalah Kampung Sompokan. Nama Kampung ini diambil dari nama seorang yang telah berjasa dalam babad alas sampai membangun kampung ini hingga sampai terkenal ke seluruh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan aneka karya kriyanya.

Pada zaman dahulu, Pandes berupa alas mentaok (hutan belantara). Bertepatan dengan hal itu, datanglah seorang perempuan yang menyamar menjadi warga biasa yang berbaur dengan warga kanan kirinya, selanjutnya bersepakat untuk babad alas (membuka hutan) menjadi tempat hunian atau pemukiman.

Karena kepandaian dan keahlian yang dimiliki oleh perempuan winasis (serba bisa) tersebut maka perempuan winasis tersebut memulai  mengajarkan kepada warga sekitar tentang apa saja yang diinginkan oleh warga, mulai dari bertani, bercocok tanam, termasuk dengan memperkenalkan dengan beraneka macam kriya yang berbentuk permainan tradisional anak atau biasa disebut dolanan anak.

Konon ceritanya, bahwa perempuan winasis tersebut bernama Dewi Somoak, yang berarti dewi kasih sayang. Ternyata Dewi Somoak adalah salah satu putri Majapahit keturunan dari Raja Brawijaya V. Pada waktu Majapahit ditaklukkan oleh Kerajaan Islam, Dewi Somoak disuruh memeluk agama islam. Sebagai Penganut kejawen tulen,  Dewi Somoak tidak mau mengikuti agama baru tersebut dan memilih lari dari kerajaan Majapahit yang akhirnya sampai ke hutan belantara. Sesampainya di Pandes Dewi Somoak akhirnya menyamar menjadi orang biasa.

Bersama warga Pandes yang dulunya masih merupakan  hutan belantara, Dewi Somoak memutuskan menetap dan babat alas menjadi perkampungan. Oleh warga Pandes Dewi Somoak dipanggil dengan sebutan Dewi Sompok. Hingga meninggal dunia Dewi Sompok menetep dan hidup di kampung ini.  Sepeninggal Dewi Sompok,  Kampung ini dinamakan Kampung Sompokan. Dan masyarakat meyakini bahwa cikal bakal Kampung Sompokan adalah Nyai Sompok.

Selang beberapa tahun lamanya pada tahun 1877, Simbah Kramadirana sebagai tuan rumah yang  menemukan makam Nyai Sompok pertama kali di sekitar pekarangan rumahnya. Dari keterangan yang tertulis dengan rapi tercatat ada beberapa nama orang yang merupakan cikal bakal penerus perjuangan Nyai Sompok, antara lain Bekel Jobisma, Mbah Kramadrana, Kyai Trunapawira, Kyai Kertadikrama, Nyai Kertadikrama, Kyai Jantana, Kyai Kertadikrama, dan Mbah Wana.

Dari beberapa nama leluhur tersebut yang merupakan pengikut setia Nyai Sompok adalah Bekel Jobisma. Gelar bekel tersebut diperolehnya letika menjadi abdi dalem kerajaan Mataram. Salah satu sejarah kriya yang merupakan warisan Nyai Sompok adalah wayang tanpa pola. Termasuk saya, adalah yang masih menekuni karya wayang tanpa pola ini. Saya mendapat pelajaran kriya wayang pola ini, dari simbah  saya yang bernama simbah Pawiradinama.

Bahkan menurut cerita, ketika simbah Pawiradinama sedang menggunting sering ditunggu oleh Sri Sultan Hamengku Buwono  (HB IIX dan  HB IX) yang menyamar menjadi orang biasa. Ketika Sri Sultan Hamengku Buwono (HB IIX dan  HB IX) meninggalkan simbah yang sedang asyik menggunting wayang tanpa pola, baru tahu kalau tadi yang menunggui simbah adalah Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Secara geografis Kampung Sompokan berdekatan dengan Kampung Pelem Sewu Tempel, dan makam cikal bakalnya juga berjejeran dengan makam Sompokan.  Adapun nama cikal bakal Pelem Sewu Tempel adalah Mbah Nur Yanggena. Menurut  cerita Mbah Nur Yanggena berasal dari Widoro Candran. Konon, mbah cikal bakal Pelem Sewu Tempel ini  berprofesi sebagai seorang petani biasa.

Sejarah Kampung Pandes

Selain Kampung Sompokan, sejarah selanjutnya adalah Kampung Pandes. Setahu saya cikal bakal kampung Pandes adalah Mbah Mangunreja. Di makam Pandes terdapat makam Lurah Jetis Pertama, disamping makam cikal bakal Pandes. Ada juga beberapa makam para leluhur lainnya seperti Mbah Kyai Pawirareja, Mbah Kerta Prawira, Mbah Kyai Pawirowiharja, Kyai Munihi, Nyai Munihi, Kyai Karta Permana (ahli nujum dari Sala Jawa Tengah, pada masa Paku Buwono (PB X), Mbah Tir, Mbah Ranarejo (leluhur dari Wahyudi Anggoro Hadi, Lurah Panggungharjo), Kyai Mulyo Sadat.

Kyai Mulyo Sadat merupakan kaum rois Pandes Pertama, dan merupakan penyebar agama Islam pertama di wilayah Pandes.

Sejarah Kampung Keplayu

Selain Kampung Sompokan dan Kampung Pandes, sejarah selanjutnya adalah  Kampung Keplayu. Sesuai dengan namanya dahulu terdapat sebuah pohon Klayu, di dekat Masjid Nurul Huda Pandes. Adapun silsilah cikal bakalnya  adalah Mbah Wirya Taruna, Mbah Krama Taruna tetapi setelah meninggal dunia di makamkan di makam Prancak Dukuh.

Sejarah Kampung Tegal

Kampung terakhir setelah Kampung Sompokan, Pandes dan Keplayu adalah Kampung Tegal. Nama Tegal berarti pekarangan panjang yang membentang luas. Maklum saja pada awal mulanya Pandes berupa alas mentaok.  Adapun nama cikal bakal Kampung Tegal adalah Mbah Kertadinama yang berjasa dalam mendirikan Kampung Tegal.

Secara keseluruhan masyarakat Padukuhan Pandes sebagaian besar bermata pencaharian selain sebagai petani, juga sebagai pengrajin dolanan anak. Dan karya kriya yang sangat terkenal dan sampai pernah di datangi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono (HB  IIX dan HB IX) adalah wayang tanpa pola yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh generasi penerus termasuk saya sendiri.

Berikut nama-nama Dukuh Pandes 1-6 adalah Siswa Utama, R. Harja Pawira, Sumantri Wiyana, Tukijo, Sukijo dan Setya Raharjo. Sedangkan nama-nama kaum rois Padukuhan Pandes 1-6 adalah Kyai Mulyo Sadat, Mbah Atmo Suparto, Mbah Niti Pawira,  Harto Utama, Amat Suwardiyana, dan Saryanto.

Naluriah kejawen awal mulanya begitu kentalnya, sehingga kehidupan seni dan budaya berkembang dengan pesatnya, seperti wayang orang, ketoprak, sholawat Jawi, kethek ogleng, jathilan dan lain sebagainya. Maklum saja karena Nyai Sompok adalah penganut kejawen tulen.

Demikian saya ceritakan sejarah Pandes dilihat dari perspektif nama-nama cikal bakal pendirinya, yang secara faktual bisa ditelusur dari beberapa makam cikal bakal yang sampai sekarang masih terawat dengan baik di Pandes (JNT).

Referensi :

Saryanto (Kaum Rois Padukuhan Pandes)

Tags: featuredSejarah Kampung Pandes

Related Posts

Karangkitri Resmi Dibuka, Dari Poros Kebudayaan Kini Bersiap Menjadi Penggerak Ekonomi Panggungharjo
Seni, Budaya & Wisata

Karangkitri Resmi Dibuka, Dari Poros Kebudayaan Kini Bersiap Menjadi Penggerak Ekonomi Panggungharjo

(Media Panggungharjo) - Kawasan Budaya Karangkitri Panggungharjo resmi dibuka melalui Grand Opening yang digelar di Padukuhan Sawit, Minggu (28/6/2026)....

by BGX
30 Juni 2026
Pameran “Menjalankan IQRO’” Hadirkan Ragam Medium Seni di The Ratan
Seni, Budaya & Wisata

Pameran “Menjalankan IQRO’” Hadirkan Ragam Medium Seni di The Ratan

(Media Panggungharjo) — Pameran seni rupa bertajuk Menjalankan IQRO’ berlangsung di The Ratan Yogyakarta pada 27 Januari hingga 2...

by BGX
5 Februari 2026
Penutup IBCF 2026: Pentas Budaya Sanad, Literasi, dan Refleksi Satu Abad NU
Seni, Budaya & Wisata

Penutup IBCF 2026: Pentas Budaya Sanad, Literasi, dan Refleksi Satu Abad NU

(Media Panggungharjo) – Pentas budaya yang menjadi penutup rangkaian Indonesia Book and Culture Festival (IBCF) 2026 sekaligus bagian dari...

by BGX
3 Februari 2026
IBCF 2026 Teguhkan Sanad Keilmuan Lewat Buku, Seni, dan Budaya
Seni, Budaya & Wisata

IBCF 2026 Teguhkan Sanad Keilmuan Lewat Buku, Seni, dan Budaya

(Media Panggungharjo) — Islamic Book & Culture Festival (IBCF) 2026 yang mengusung tema Sanad menjadi salah satu agenda penting...

by BGX
2 Februari 2026
Next Post
Sejarah Geneng Awalnya Dipimpin oleh Ksatria Majapahit

Sejarah Geneng Awalnya Dipimpin oleh Ksatria Majapahit

Please login to join discussion

Kategori

  • Anak, Pemuda & Wanita (58)
  • Ekonomi & BUMDes (118)
  • Inovasi & Teknologi (37)
  • Keagamaan (64)
  • Keamanan, Ketertiban & Kebencanaan (77)
  • Kerjasama & Kunjungan (41)
  • Kesehatan & Kesejahteraan Sosial (107)
  • Lingkungan (58)
  • Olahraga & Prestasi (20)
  • Pangan (7)
  • Pembangunan (47)
  • Pemberdayaan & Partisipasi Masyarakat (64)
  • Pemerintahan (134)
  • Pendidikan (26)
  • Seni, Budaya & Wisata (164)
  • Tak Berkategori (66)

Kantor Kalurahan Panggungharjo :
Jl. KH. Ali Maksum Jl. Pelemsewu, Palem Sewu, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188, Indonesia
Email : [email protected] | No. Telp : 0274377863

Ikuti Kami di Media Sosial Lainnya

Kebijakan Privasi

© 2025 Panggungharjo - Website ini dibangun dan dikelola oleh PSID Panggungharjo

No Result
View All Result
  • Profil Desa
    • Sejarah Kalurahan Panggungharjo
    • Visi Misi
    • Wilayah
    • Peta Tematik
      • Peta Rencana Tata Ruang Wilayah
      • Peta Prasarana Pendidikan
      • Peta Potensi Budaya
      • Peta Sebaran UMKM
      • Peta Rumah Ibadah
    • Kependudukan
    • Data Statistik
    • Program Desa
    • Profil Pedukuhan
      • Pedukuhan Garon
      • Pedukuhan Jaranan
      • Pedukuhan Dongkelan
      • Pedukuhan Kweni
      • Pedukuhan Krapyak Wetan
    • Perangkat Kalurahan
    • Prestasi
    • Potensi Desa
  • Lembaga
    • Lembaga Kemasyarakatan Desa
      • BAMUSKAL
      • LPMD
      • TP-PKK
      • Karang Taruna
    • Lembaga Desa
      • BUMDes Panggung Lestari
      • PAKARTI
      • PSID
      • Bapel JPS
      • LMD
      • Bumi Panggung
      • GAPOKTAN
      • SADEPA
    • Organisasi Sosial Masyarakat
      • DMI
      • IPHI
  • Pelayanan
    • Informasi Pelayanan
    • Video Alur Pembuatan Surat
    • Daftar Nomor Penting
    • Peladi Makarti
    • Kontak
  • Laporan Anggaran
  • PPID
    • Profil PPID
    • Layanan Informasi
    • SOP & Regulasi
    • Laporan Layanan Informasi
  • Portal Aduan
  • Download
    • Produk Hukum
      • Undang Undang
      • Peraturan Pemerintah
      • Peraturan Menteri
      • Peraturan Gubernur
      • Peraturan Daerah
      • Peraturan Bupati
      • Peraturan Desa / Kalurahan
      • Peraturan Lurah Desa
      • Surat Keputusan Lurah
    • Arsip Data
      • Festival Sedesa
      • Data Desa
      • Brosur & Infografis Lain
      • Formulir/Angket
      • Kerjasama
    • Aplikasi Kemasyarakatan

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.