(Media Panggungharjo) – Kawasan Budaya Karangkitri Panggungharjo resmi dibuka melalui Grand Opening yang digelar di Padukuhan Sawit, Minggu (28/6/2026). Pembukaan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan kawasan yang diproyeksikan sebagai ruang pelestarian budaya, pusat edukasi, destinasi wisata, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.
Grand Opening dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja, Panewu Sewon Hartini, Lurah Panggungharjo Ari Suryanto, pengelola BUMKal Panggung Lestari, Desa Wisata Panggungharjo, serta berbagai unsur masyarakat yang selama ini ikut membangun dan mengembangkan kawasan tersebut.
Peresmian ini bukanlah awal dari perjalanan Karangkitri. Kawasan tersebut sebelumnya telah diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 20 September 2021 sebagai Balai Budaya Karangkitri, sebelum kemudian dikembangkan secara bertahap menjadi kawasan budaya yang lebih luas dan terintegrasi.
Sejak awal, Karangkitri dirancang sebagai salah satu simpul dalam Poros Kebudayaan Kalurahan Panggungharjo. Konsep tersebut menghubungkan Panggung Krapyak di bagian utara, Kampung Mataraman di bagian tengah, hingga Karangkitri di bagian selatan sebagai representasi ruang budaya yang saling terhubung dan memperkuat identitas Panggungharjo.
Pengembangan kawasan juga menjadi bagian dari upaya memaknai garis imajiner Yogyakarta melalui hubungan yang selaras antara manusia, budaya, dan alam. Nilai tersebut diwujudkan melalui ruang publik yang tidak hanya menghadirkan aktivitas budaya, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja, mengatakan Karangkitri memiliki peluang besar berkembang menjadi destinasi yang memberikan manfaat lebih luas daripada sekadar tempat wisata.
“Kawasan ini memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi, destinasi wisata, ruang aktivitas masyarakat, sekaligus pusat pengembangan ekonomi lokal. Saya berharap Karangkitri terus berkembang sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Panggungharjo,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi masyarakat. Melalui Karangkitri, budaya tidak hanya dijaga sebagai warisan, tetapi juga dihidupkan agar mampu menciptakan nilai tambah bagi warga.
Lurah Panggungharjo Ari Suryanto menjelaskan pembangunan Karangkitri merupakan investasi jangka panjang yang dilakukan secara bertahap. Saat ini pembangunan kawasan baru mencapai sekitar 25 persen, namun Pemerintah Kalurahan Panggungharjo berkomitmen melanjutkan pengembangannya hingga seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Karangkitri dirancang sebagai ruang pelestarian budaya, pusat edukasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekaligus destinasi wisata berbasis kearifan lokal. Pengembangan kawasan tersebut membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat agar mampu menjadi ikon baru Kalurahan Panggungharjo,” kata Ari Suryanto.
Ia menambahkan keberhasilan Karangkitri tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam menghidupkan berbagai aktivitas yang berlangsung di dalam kawasan.
Konsep yang diusung Karangkitri berangkat dari nilai-nilai kearifan lokal Jawa yang menempatkan pekarangan sebagai sumber kehidupan. Kawasan ini dikembangkan sebagai ruang konservasi yang menghadirkan kembali budaya menanam tanaman pangan, empon-empon, tanaman obat, buah-buahan, peternakan, hingga perikanan yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan.
Pendekatan tersebut menjadikan Karangkitri bukan sekadar taman budaya, melainkan ruang belajar tentang hubungan antara manusia, budaya, dan alam. Nilai konservasi yang dihadirkan juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Komitmen itu diwujudkan melalui pembangunan berbagai fasilitas yang saling terintegrasi. Di kawasan Karangkitri telah tersedia joglo, pendapa, plataran, area persawahan, kolam ikan, kebun tanaman obat, peternakan, kolam tenang, lintasan jogging, hingga ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat.
Ke depan, kawasan ini diproyeksikan menjadi tempat rekreasi keluarga, ruang edukasi bagi anak-anak, lokasi penyelenggaraan pertunjukan seni, hingga ruang berkumpul berbagai komunitas tanpa harus meninggalkan wilayah Panggungharjo.
Pengembangan kawasan Karangkitri juga dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kalurahan Panggungharjo bersama BUMKal Panggung Lestari. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan kawasan sekaligus menghadirkan konsep pengelolaan yang berkelanjutan.
Ketua Desa Wisata Panggungharjo, Hengky Setiawan, mengatakan pengembangan Karangkitri tidak hanya bertujuan menghadirkan destinasi wisata budaya, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, meningkatkan pendapatan kalurahan, serta memperkuat ekosistem ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kami akan terus bersinergi melalui empat pilar tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong,” ujarnya.
Hengky menjelaskan pengembangan kawasan akan diintegrasikan dengan empat pilar unggulan Panggungharjo, yakni Desa Budaya, Desa Preneur, Desa Wisata, dan Desa Prima. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kalurahan Panggungharjo, BUMKal Panggung Lestari, dan Desa Mandiri Budaya Panggungharjo, Karangkitri diharapkan berkembang sebagai kawasan budaya yang hidup, produktif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi maupun sosial secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Sebelum grand opening dilaksanakan, kawasan ini juga mulai diperkenalkan sebagai destinasi wisata budaya melalui berbagai kegiatan. Salah satunya Karangkitri Cultural Challenge pada April 2025 yang mempertemukan pengelola Desa Wisata Panggungharjo dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) DIY untuk menyusun pengembangan paket wisata berbasis budaya sekaligus memperluas promosi destinasi.
Bagi Pemerintah Kalurahan Panggungharjo, pengembangan Karangkitri menjadi bagian dari penguatan status Kalurahan Mandiri Budaya. Kawasan ini diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi berbagai program pembangunan, mulai dari pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan yang masih berlangsung membuka peluang lahirnya berbagai inovasi baru di masa mendatang. Dengan dukungan masyarakat, BUMKal Panggung Lestari, Desa Wisata Panggungharjo, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Karangkitri diharapkan terus berkembang sebagai kawasan yang hidup dan memberi manfaat nyata.
Grand Opening menjadi awal babak baru bagi Kawasan Budaya Karangkitri Panggungharjo. Seiring pembangunan yang terus berlanjut, kawasan ini diharapkan tumbuh sebagai poros kebudayaan yang menjaga warisan lokal sekaligus membuka ruang ekonomi baru, sehingga masyarakat tidak hanya mewarisi budaya leluhur, tetapi juga memperoleh manfaat nyata dari keberlangsungannya. (BGX)






