Sewon (Sorotbantul.com) – Hingga saat ini kasus wabah demam berdarah masih tinggi di Kabupaten Bantul. Biasanya kasus ini banyak ditemukan di daerah pinggiran salah satunya di Kecamatan Sewon.
Tingginya angka kasus demam berdarah ini membuat pihak Desa Panggungharjo membentuk kader Paseban atau Pasukan Sekolah Berantas Nyamuk. Untuk tahap pertama, ada sekitar 100 siswa tingkat SD di Desa Panggungharjo yang dilantik menjadi Kader Paseban.
Mereka diberikan alat dari pihak desa seperti senter yang fungsinya untuk memeriksa jentik nyamuk di kamar mandi ataupun genangan lain di rumah mereka. Secara berkala kader-kader ini akan melakukan pantauan di lingkungan mereka masing-masing dan selajutnya akan dilaporkan pada petugas.
Nana, salah satu siswa SD Panggungharjo mengaku sangat senang terlibat dalam perkumpulan pemberantasan wabah demam berdarah. Walaupun tugasnya tidak ringan, namun karena demam berdarah sangat bahaya maka ia akan rutin melakukan pantauan di lingkungan rumahya.
”Senang jadi Kader Paseban meski tugas itu tidak ringan,” kata Nana, Sabtu (09/05/2015).
Nana berharap, program Paseban ini akan terus diluncurkan sehingga masih masing wilayah di Kecamatan Sewon pun turut terbentuk Kader Paseban. Bahkan diharapkan di kawasan Bantul akan punya kader Paseban dari generasi muda yang punya perhatian terhadap tingginya angka kasus demam berdarah di Kabupaten Bantul.
”Saya berharap daerah lain juga memiliki Kader Paseban meski di daerahnya terdapat Kader Jumantik,” ucapnya.





