(Media Panggungharjo) – Sebanyak 1.013 warga Kalurahan Panggungharjo tercatat telah terlayani dalam kegiatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang digelar pada Selasa, 27 Januari 2026. Layanan jemput bola yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 13.00 WIB di Balai Kalurahan Panggungharjo dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Sejak pagi, warga mulai berdatangan untuk mengikuti proses aktivasi IKD. Antrean sempat padat di awal kegiatan, namun mulai lengang sejak sekitar pukul 09.30 WIB seiring dengan semakin cepatnya alur pelayanan. Kelancaran tersebut tidak lepas dari pengaturan teknis di lapangan, di mana panitia menyiapkan lima meja pelayanan dengan masing-masing dua jalur antrean. Skema ini membuat proses berjalan lebih efektif dan meminimalkan waktu tunggu warga.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Anggota DPRD Kabupaten Bantul, Jumakir, hadir langsung memantau pelaksanaan layanan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa layanan jemput bola seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu karena aktivitas pekerjaan.
“Layanan jemput bola seperti ini sangat membantu masyarakat. Kalau masih ada sasaran di Panggungharjo, khususnya di tingkat padukuhan, yang belum aktivasi karena kesibukan kerja pagi atau siang hari, monggo bisa dikoordinasikan kembali dengan Dinas Dukcapil agar kegiatan seperti ini bisa diselenggarakan lagi,” ujar Jumakir.
Pelaksanaan layanan aktivasi IKD di Panggungharjo juga dipantau langsung oleh Lurah Panggungharjo, H. Ari Suryanto, S.E., meskipun hanya pada pagi hari. Hal tersebut dikarenakan pada waktu yang sama Lurah Panggungharjo harus menghadiri agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2027 di Kapanewon Sewon. Selain lurah, Jagabaya Panggungharjo, M. Ali Yahya, S.H., juga turut memantau jalannya pelayanan dan memastikan proses berjalan tertib serta nyaman bagi warga.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara Disdukcapil Bantul, pamong kalurahan, dan Tim Pengelola Sistem Informasi Desa (PSID) Panggungharjo. Tiga staf pamong dan tiga personel PSID aktif membantu warga dalam proses pengisian data pada aplikasi IKD. Dengan pendampingan tersebut, warga yang sudah berada di meja layanan pada dasarnya hanya perlu melakukan pemindaian QR Code untuk aktivasi, sehingga proses menjadi jauh lebih cepat.
Menjelang siang, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, S.Sos., hadir langsung untuk meninjau jalannya pelayanan. Kwintarto, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Camat Sewon dan memiliki kedekatan dengan Panggungharjo, menyampaikan apresiasinya atas tertibnya pelaksanaan kegiatan.
“Warga yang datang relatif banyak, tertib, dan pelayanan kami telah kami lakukan secara maksimal. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Panggungharjo dan Pemerintah Kalurahan Panggungharjo. Mudah-mudahan kerja sama ini terus terjalin dengan baik,” ungkap Kwintarto Heru Prabowo.
Aspek informasi juga menjadi faktor pendukung kelancaran kegiatan. Sejak pagi, Tim PSID Panggungharjo secara rutin memperbarui kondisi antrean melalui Saluran WhatsApp Pemerintah Kalurahan Panggungharjo, kemudian membagikannya ke berbagai grup WhatsApp warga. Informasi antrean yang disampaikan secara real time ini memungkinkan warga menyesuaikan waktu kedatangan mereka.
Tri Hartono, warga yang tergabung dalam Grup WhatsApp Kampoeng Dongkelan, menyebut pembaruan antrean tersebut sangat memudahkan masyarakat. Warga tidak perlu datang terlalu pagi atau khawatir menunggu lama karena dapat memantau kondisi layanan secara langsung melalui gawai.
Pengalaman positif juga dirasakan langsung oleh warga yang mengikuti aktivasi IKD. Arin, warga Kampung Jogoripon Padukuhan Geneng, mengungkapkan kesan baiknya terhadap pelayanan yang diterima.
“Proses download aplikasinya cepat sekali, pengisian data juga ringkas dan mudah. Pelayanannya ramah dan sigap. Begitu saya datang langsung disambut dan ditanya apakah ada kendala. Setelah itu saya antre, isi data, dan prosesnya sangat cepat. Singkat, jelas, dan mantap,” ujar Arin.
Testimoni tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana pelayanan publik yang dirancang dengan baik dapat memberikan pengalaman positif bagi masyarakat. Keramahan petugas, kejelasan informasi, serta kecepatan layanan menjadi faktor penting yang membuat warga merasa dilayani, bukan sekadar dilayani secara administratif, tetapi juga secara humanis.
Tingkat partisipasi warga dalam kegiatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) ini juga menjadi salah satu catatan penting dalam pelaksanaan layanan jemput bola. IKD memiliki peran strategis sebagai identitas resmi digital yang memudahkan warga dalam mengakses berbagai layanan publik tanpa harus selalu membawa dokumen fisik. Namun demikian, dari ribuan warga yang diundang, jumlah kehadiran pada setiap kegiatan aktivasi IKD kerap dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kesibukan kerja hingga keterbatasan waktu untuk datang langsung ke lokasi pelayanan.
“Warga yang kami undang untuk kegiatan aktivasi IKD ini kurang lebih sekitar 5.000 orang. Biasanya, pada kegiatan aktivasi IKD seperti ini tingkat kehadiran warga berada di kisaran 30 persen. Pada pelaksanaan kali ini, jumlah warga yang hadir memang belum sampai angka tersebut, namun antusiasme masyarakat sudah cukup baik dan pelayanan tetap bisa berjalan dengan tertib dan lancar,” ujar M. Ali Yahya.
Identitas Kependudukan Digital sendiri merupakan inovasi layanan administrasi kependudukan yang memungkinkan warga menyimpan dan mengakses dokumen kependudukan secara digital melalui gawai. IKD memuat data KTP elektronik beserta informasi kependudukan lainnya yang terintegrasi dengan sistem nasional. Dengan IKD, warga tidak selalu harus membawa dokumen fisik dalam mengakses berbagai layanan publik, sehingga dinilai lebih praktis, aman, dan efisien.
Pemerintah Kalurahan Panggungharjo memandang layanan aktivasi IKD sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi layanan publik yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kolaborasi antara Disdukcapil Bantul, pemerintah kalurahan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menyukseskan kegiatan ini. Melalui skema jemput bola, layanan kependudukan diharapkan semakin dekat dengan warga dan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini terkendala waktu maupun akses.
Dengan capaian 1.013 warga terlayani dalam satu hari, kegiatan aktivasi IKD di Panggungharjo menjadi salah satu contoh praktik pelayanan publik yang efektif, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemerintah kalurahan berharap, ke depan semakin banyak warga yang memanfaatkan IKD sebagai identitas resmi digital, sekaligus mendorong tertib administrasi kependudukan yang lebih baik di tingkat desa. (BGX)






