Jaranan (Jurnalis Warga) – Pertemuan rutin imamuddin atau biasa disebut kaum rois Desa Panggungharjo diadakan rutin setiap Rabu Legi secara mobiling yang ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan bersama. Pada pertemuan rutin kaum rois Rabu Legi (11/5/2016) kali ini bertempat di kediaman Nyono Sumiarjo, Kampung Gesikan, Pedukuhan Jaranan, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada pertemuan kali ini dihadiri oleh 20 orang yang terdiri dari 3 orang dari KUA Kecamatan Sewon, 1 orang dari Pemerintah Desa Panggungharjo dan 16 orang Kaum Rois Desa Panggungharjo. Acara dimulai dari pukul 09.30 dengan membaca Surat Al fatihah secara berjama’ah. Dilanjutkan dengan pambagyoharjo (sambutan selamat datang-red) dari shohibul bait (tuan rumah-red), serta membaca bacaan tahlil yang dipimpin oleh Parjiman selaku kaum rois dari Pedukuhan Glugo.
Dalam sambutannya, Ahmad Dakhori dari KUA Kecamatan Sewon memohonkan ijin pamit bahwa Kepala KUA Kecamatan Sewon tidak dapat menghadiri pertemuan rutin Kaum Rois Desa Panggungharjo siang tersebut dikarenakan bertugas among tamu di KUA Kecamatan Pandak dalam rangka lomba antar KUA mewakili Kabupaten Bantul. Dia juga memohonkan ijin untuk Yulianto, S.Ag yang biasa mendampingi Kaum Rois Desa Panggungharjo, dikarenakan bersamaan rapat di Rumah Makan Parangtritis membahas agenda bulan Ramadhan.
Selanjutnya dia menyampaikan amanat dari Kepala KUA Kecamatan Sewon bahwa sebisa mungkin para Kaum Rois Desa Panggungharjo untuk menjaga ukhuwah islamiyyah atau kerukunan umat islam di bulan Ramadhan, jangan sampai ada umat yang terpecah belah karena persoalan perbedaan pendapat atau khilafiyyah antar umat islam. Persoalan khilafiyyah harus dijaga dengan menghormati perbedaan pendapat, karena mereka memiliki dasar hukum masing–masing dan perbedaan itu merupakan rohmatan lil ‘alamiin (rahmat untuk alam semesta-red). Dengan demikian kerukunan umat islam tetap terjaga dan tidak mudah untuk dipecah belah atau diadu domba .
Sementara itu dalam pengajian yang diisi oleh H.M Wasilan, mantan Kasie Kemasyarakatan Desa Panggungharjo dari Pedukuhan Krapyak Kulon, dia membacakan salah satu ayat Al Qur’an yang berbunyi “Wa maa kholaqtuljinna wal insa illa liya’buduuni” yang artinya: “Tidak Aku (Allah) ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
Selanjutnya masih menurut dia, sebagai kaum rois atau imamuddin dalam beribadah kepada Allah diperlukan keikhlasan. Contohnya ketika ada yang mengejek tentang bacaan yang dibaca pada waktu memimpin doa tidak boleh marah, dan diperlukan muhasabah atau menghitung amal kebaikan apa yang sudah dikerjakan dan yang belum dikerjakan . Sebagai contoh ibadah sholat, sebagai kaum rois yang menjadi contoh bagi ummat islam di pedukuhan masing-masing hendaknya menjaga sholatnya, apalagi jika dilakukan secara berjama’ah di musholla atau masjid terdekat. Karena setiap orang yang istiqomah dalam mendirikan sholat jama’ah akan mendapatkan keutamaan yang luar biasa diantaranya :
- Dimudahkan dalam pekerjaannya, terutama ketentraman.
- Di akhirat nanti ketika meniti jembatan sirathal mustaqim akan terasa secepat kilat.
Sebagai penutup ceramah, berkaitan dengan tugas-tugas kaum rois perlu dimulai dari sekarang untuk mempersiapkan kaderisasi pembantu kaum rois sebagai generasi penerus yang bertugas untuk membantu tugas kaum rois mengingat usia rata-rata kaum rois Desa Panggungharjo mayoritas sudah lanjut usia. Kemudian acara ditutup dengan membaca kalimat hamdalah secara berjamaah pada pukul 11.30 WIB. (JUNAEDI)





