(Media Panggungharjo) – Kegiatan Peladi Makarti Jogja Istimewa kembali diselenggarakan di Kalurahan Panggungharjo dengan mengangkat tema “Optimalisasi Pelayanan Digital Marketing dalam Kewirausahaan untuk Menumbuhkan Percepatan Ekonomi.” Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 11 November 2025, di Aula Balai Kalurahan Panggungharjo. Acara ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendorong penguatan kapasitas digital bagi para pelaku usaha, penggerak komunitas, serta pendamping desa yang selama ini aktif berperan dalam pembangunan ekonomi masyarakat.
Acara dibuka dengan hangat oleh Lurah Panggungharjo. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa transformasi digital tidak lagi dapat dianggap sebagai pilihan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar bagi setiap pelaku usaha yang ingin bertahan dan berkembang. Perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak mengakses informasi melalui platform digital membuat strategi pemasaran modern menjadi urgensi. Beliau juga mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai unsur karena kolaborasi lintas komunitas dinilai dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan di Panggungharjo.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah Yosep Andi Setiyawan, seorang Digital Marketer Expert sekaligus young entrepreneur yang telah berpengalaman dalam mengelola berbagai kampanye digital untuk produk lokal. Yosep memaparkan materi secara runtut mulai dari pemahaman dasar pemasaran digital, cara membaca perilaku konsumen, hingga teknik penyusunan strategi konten yang efektif. Ia menekankan bahwa digital marketing bukan sekadar memposting produk, tetapi tentang membangun hubungan dengan audiens, menciptakan nilai, dan menjaga konsistensi komunikasi.
Dalam sesi penyampaian materi, Yosep menguraikan berbagai strategi yang dapat diterapkan oleh UMKM. Di antaranya adalah pemanfaatan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Ia juga menjelaskan pentingnya branding sebagai pembeda antara satu produk dengan produk lain, serta bagaimana menciptakan ciri khas visual yang mudah diingat. Peserta tampak antusias saat Yosep menunjukkan contoh-contoh unggahan konten sederhana namun efektif yang bisa dilakukan dengan peralatan terbatas.
Kegiatan ini dihadiri oleh beragam peserta, mulai dari Admin Sinkal Panggungharjo, perwakilan TP PKK Kalurahan, perwakilan Karang Taruna, Rumah Produksi Komunitas (RPK), UP2K PKK, Desa Prima, hingga Desa Preneur Panggungharjo. Keberagaman latar belakang peserta menambah dinamika diskusi karena setiap kelompok memiliki pengalaman dan tantangan yang berbeda dalam mengembangkan produk maupun layanan mereka. Hal ini menciptakan suasana pelatihan yang interaktif dan saling melengkapi.
Sebelum memasuki sesi pelatihan inti, petugas Peladi Makarti Kalurahan Panggungharjo memberikan pengantar mengenai program Peladi Makarti Disnakertrans DIY. Penjelasan ini bertujuan untuk semakin membumikan layanan Peladi Makarti agar masyarakat memahami manfaat serta aksesnya. Petugas juga membagikan tautan layanan Peladi Makarti kepada seluruh peserta agar mereka dapat mengakses pendampingan, konsultasi, dan informasi terbaru yang relevan dengan pengembangan usaha maupun peningkatan keterampilan kerja.
Setelah pemaparan materi, sesi diskusi dan tanya jawab dibuka. Banyak peserta mengajukan pertanyaan mengenai cara menentukan segmentasi pasar, mengatasi hambatan dalam membuat konten, membangun reputasi digital, hingga tips menjaga ritme unggahan tanpa harus menghabiskan waktu berlebihan. Yosep menjawab setiap pertanyaan dengan lugas dan memberikan contoh-contoh yang sangat dekat dengan kondisi pelaku UMKM di tingkat kalurahan. Ia juga memberikan beberapa rekomendasi aplikasi gratis yang dapat digunakan untuk membantu pembuatan konten visual dan manajemen media sosial.
Diskusi ini menjadi ruang bertukar pengalaman antar peserta. Perwakilan TP PKK misalnya, berbagi cerita mengenai tantangan dalam memasarkan produk olahan pangan. Sementara itu, anggota Karang Taruna bercerita tentang peluang pemasaran kegiatan dan usaha kreatif berbasis komunitas. RPK dan UP2K juga menyampaikan bahwa digital marketing dapat membantu meningkatkan visibilitas produk sehingga lebih mudah dikenal masyarakat luas.
Di akhir kegiatan, peserta menyimpulkan bahwa pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan, terutama di tengah upaya percepatan pemulihan ekonomi. Digital marketing dipandang sebagai kunci untuk memperluas jangkauan usaha, meningkatkan nilai produk, dan memperkuat identitas brand lokal. Dengan dukungan Peladi Makarti dan kolaborasi antar kelompok masyarakat, diharapkan gerak ekonomi Kalurahan Panggungharjo dapat semakin cepat dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan ajakan untuk terus belajar, bereksperimen, dan saling mendukung dalam mengembangkan usaha. Peladi Makarti Jogja Istimewa di Panggungharjo bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi menjadi ruang kolaboratif untuk membangun masa depan ekonomi yang lebih adaptif dan berdaya. BGX






