Hasil pengelolaan sampah Thermoplast KUPAS disalurkan ke PT Pracetak Indonesia
Limbah plastik adalah salah satu sampah yang sulit terurai, inovasi-inovasi baru dibuat untuk mencari solusi bagaimana kita dapat memanfaatkan limbah plastik dengan daya jual yang kompetitif.
Unit usaha BUMDes Panggung Lestari Panggungharjo KUPAS untuk menciptakan zero waste, KUPAS memiliki inovasi baru limbah plastik yang memiliki nilai jual yang rendah dapat dijual dengan harga jutaan rupiah.
Sekar Mirah Satriani (Manager unit usaha KUPAS) menjelaskan bagaimana proses pengolahan limbah plastik menjadi residu thermoplast, sampah yang digunakan untuk pembuatan termoplastik adalah sampah plastik yang nilai jualnya rendah sekitar 100-150 rupiah per kg.
“Prosesnya dari pemilahan sampah organik dan non organik, dari situ kita pilah lagi sampah plastik yang nilai jualnya rendah seperti plastik kemasan dari pabrik itu kita keringkan lalu dilelehkan dengan alat reaktor dengan suhu 260-270°C”, ujar Sekar, jumat (8/10).
Residu dari plastik yang dilelehkan akan ditempatkan di balok-balok, setelah kering akan di press dan disatukan untuk memudahkan pengiriman.
“Saat proses pelelehan kedua menggunakan alat mesin extruder dan memasukan campuran khusus kapur (mild) untuk membuat residu thermoplast nya mengeras saat di cetak”, sambung Sekar.
KUPAS bekerjasama dengan PT Pracetak Indonesia dalam pengelolaan residu thermoplast, pengolahan residu nantinya yang akan menghasilkan produk seperti gagang pintu, tatakan, dll.
Sekar berpendapat KUPAS menyetorkan hasil residu thermoplast yang sudah di press 50 kg ke PT Pracetak Indonesia yang mana per 1 m³ dihargai dengan 3 juta rupiah. (Alivia Monicha Firda Sania)





