(Media Panggungharjo) – Pemerintah Desa Panggungharjo meluncurkan aplikasi Panggung Tanggap Covid-19 sebagai upaya memperkuat pendataan kesehatan dan mitigasi dampak pandemi COVID-19 di tingkat desa. Peluncuran aplikasi ini dilakukan bersamaan dengan pemutakhiran data warga yang terdampak secara sosial dan ekonomi, Jumat malam (27/3/2020).
Hingga malam hari, tercatat 3.777 warga desa telah melaporkan kondisi dirinya melalui sistem pendataan yang disiapkan pemerintah desa. Dari jumlah tersebut, 2.461 pelapor diidentifikasi berpotensi mengalami dampak ekonomi berupa hilangnya sumber penghidupan.
Warga yang masuk dalam kategori terdampak tersebut berasal dari berbagai sektor pekerjaan, antara lain buruh, tenaga lepas harian, pedagang keliling, tukang potong rambut, sopir ojek online, pemilik usaha laundry, serta pekerjaan informal lainnya yang sangat bergantung pada aktivitas harian.
Pemerintah Desa Panggungharjo akan menindaklanjuti pendataan awal ini dengan mengirimkan form pendataan lanjutan kepada warga yang teridentifikasi terdampak. Pendataan lanjutan tersebut bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan ekonomi yang akan dihadapi warga, sehingga pemerintah desa dapat menyusun langkah penanganan dan bantuan secara lebih tepat sasaran.
Pemerintah desa juga menegaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat warga yang berpotensi menghadapi kondisi serupa namun belum melaporkan diri. Oleh karena itu, warga dihimbau untuk saling menyebarluaskan informasi pendataan ini kepada tetangga, keluarga, maupun warga lain yang belum melapor.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada satu pun warga desa yang tertinggal, sejalan dengan prinsip No One Left Behind dalam penanganan dampak pandemi COVID-19 di tingkat desa.
Selain fokus pada mitigasi dampak ekonomi, pada malam yang sama Pemerintah Desa Panggungharjo secara resmi merilis aplikasi web Mitigasi Dampak Klinis Panggung Tanggap Covid-19. Aplikasi ini ditujukan untuk memantau kondisi kesehatan warga desa, anggota keluarga, serta tamu atau pendatang yang tinggal di wilayah Panggungharjo lebih dari 24 jam.
Melalui aplikasi tersebut, data kesehatan warga akan direkam secara harian dan dipantau oleh relawan medis yang mendukung kerja-kerja pemerintah desa. Tim relawan medis ini terdiri dari dokter spesialis paru, dokter spesialis anestesi, dokter lulusan Magister Manajemen Rumah Sakit, serta didukung oleh Sanitarian Puskesmas Sewon II sebagai pihak yang bertanggung jawab melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) apabila terjadi kasus. Selain itu, Perawat Desa dari lembaga desa BAPEL JPS turut melakukan asistensi dan monitoring klinis, serta memberikan saran kesehatan kepada warga.
Pemerintah desa mengingatkan bahwa virus COVID-19 dapat masuk ke dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala awal. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang-orang di sekitar apabila tidak terpantau dengan baik. Oleh sebab itu, warga dihimbau untuk menggunakan aplikasi Mitigasi Dampak Klinis secara rutin setiap hari sebagai langkah deteksi dini.
Aplikasi Panggung Tanggap Covid-19 dapat diakses melalui laman resmi Pemerintah Desa Panggungharjo di http://www.panggungharjo.desa.id/Covid/. Pemerintah desa berharap partisipasi aktif warga dalam mengisi data kesehatan harian dapat membantu upaya bersama dalam menghadapi pandemi secara aman, terukur, dan berbasis data. (ZID)






