(Media Panggungharjo) – Penyerahan seragam korsa kepada 37 personel Jaga Warga Padukuhan Dongkelan menjadi momen utama dalam kegiatan Penyerahan Seragam & Peresmian Pos Jaga Warga Padukuhan Dongkelan bersama Wakil Bupati Bantul, yang dilaksanakan pada Sabtu malam (23/5/2026) di Padukuhan Dongkelan, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Bantul, H. Aris Suharyanto, S.Sos., M.M., sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Pos Jaga Warga dan peluncuran layanan digital “Halo Jaga Warga”.
Acara tersebut dihadiri jajaran pemerintah kalurahan, perangkat padukuhan, anggota Jaga Warga, serta masyarakat setempat. Peresmian dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita oleh Wakil Bupati Bantul, yang menandai mulai difungsikannya Pos Jaga Warga sebagai pusat koordinasi dan ruang komunikasi keamanan di tingkat padukuhan. Pos ini diharapkan menjadi titik penting dalam memperkuat respons cepat terhadap berbagai kejadian di lingkungan warga.
Peluncuran layanan “Halo Jaga Warga” menjadi langkah baru dalam transformasi layanan keamanan berbasis digital di Dongkelan. Sistem ini memungkinkan warga menyampaikan laporan kejadian, pengaduan, hingga permohonan mediasi melalui satu pintu layanan yang lebih cepat dan terstruktur. Selain itu, sistem ini juga memuat fitur agenda kegiatan, arsip kegiatan, serta pencatatan kas organisasi sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Jaga Warga di tingkat padukuhan.
H. Aris Suharyanto menegaskan bahwa Jaga Warga memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dan kepolisian dalam menjaga stabilitas sosial di masyarakat serta menjadi ruang mediasi atas berbagai persoalan warga.
“Jaga Warga ini harus menjadi mitra kepolisian dan pemerintah, sekaligus menjadi ruang mediasi jika ada persoalan di masyarakat. Kita juga harus waspada terhadap kejahatan jalanan yang kembali meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam pengawasan anak-anak pada malam hari sebagai langkah pencegahan gangguan keamanan di lingkungan.
“Saya menghimbau kepada orang tua, apabila anak-anak belum pulang di atas pukul 10 malam, agar segera diingatkan dan diminta untuk pulang demi keamanan bersama,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi kenakalan remaja yang marak diberitakan di sejumlah daerah dan diharapkan tidak terjadi di wilayah Dongkelan.
“Hati-hati pokoknya. Tapi kalau dilihat, di Dongkelan ini semoga tidak ada pelaku kenakalan remaja seperti yang sedang ramai diberitakan di daerah lain. Semoga tidak ada,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Panggungharjo, H. Ari Suryanto, S.E., menyampaikan bahwa Jaga Warga merupakan kekuatan sosial di tingkat padukuhan yang perlu terus dioptimalkan, mengingat Dongkelan merupakan salah satu gerbang masuk wilayah Bantul.
“Jaga Warga ini adalah kekuatan sosial kita di tingkat padukuhan yang perlu terus dioptimalkan, terlebih Dongkelan merupakan salah satu gerbang masuk wilayah Bantul. Karena itu, peran Jaga Warga menjadi sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Kalau semua unsur masyarakat ikut bergerak, maka keamanan akan lebih mudah terjaga. Kami dari Kalurahan sangat mendukung penuh keberadaan Jaga Warga di Dongkelan ini,” ujarnya.
Dukuh Dongkelan, Dian Arta Himawan, S.T., menjelaskan bahwa pembangunan Pos Jaga Warga dilakukan secara swadaya masyarakat melalui dukungan Dana Pembangunan Dukuh serta Pokgiat LPMK sebagai wujud nyata semangat gotong royong warga.
“Alhamdulillah, rangkaian kegiatan Penyerahan Seragam & Peresmian Pos Jaga Warga Padukuhan Dongkelan bersama Wakil Bupati Bantul telah terlaksana dengan baik dan lancar. Pos Jaga Warga ini dibangun secara swadaya melalui dukungan Dana Pembangunan dari Dukuh serta Pokgiat LPMK, sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan keamanan, ketertiban, dan kebersamaan warga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa layanan “Halo Jaga Warga” menjadi inovasi penting untuk mempercepat penanganan laporan dan aduan masyarakat agar lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Selain itu, turut diluncurkan layanan satu pintu ‘Halo Jaga Warga’, sebuah inovasi pelayanan masyarakat yang dapat diakses untuk mempercepat penyampaian laporan kejadian, informasi, maupun aduan warga sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tambahnya.
Ketua Jaga Warga Padukuhan Dongkelan, Fajar Hadiyanto, menegaskan bahwa Jaga Warga dibangun atas dasar solidaritas dan kebersamaan warga.
“Jaga Warga hadir sebagai wadah untuk memperkuat solidaritas, kebersamaan, serta rasa tanggung jawab warga dalam menciptakan lingkungan yang aman, tenteram, dan guyub rukun melalui semangat gotong royong,” ujarnya.
Keberadaan Jaga Warga juga menjadi jembatan komunikasi antara warga, pemerintah, dan kepolisian dalam penyelesaian persoalan sosial melalui musyawarah. Selain itu, peran ini juga memperkuat upaya pencegahan konflik agar tidak berkembang di tengah masyarakat.
Warga yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut positif seluruh rangkaian peresmian. Mereka menilai kehadiran seragam korsa, Pos Jaga Warga, serta layanan digital “Halo Jaga Warga” akan meningkatkan efektivitas kerja organisasi dalam menjaga keamanan lingkungan. Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan yang berlangsung dalam suasana guyub dan penuh kebersamaan.
Peresmian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah kalurahan, dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan lingkungan di Padukuhan Dongkelan. Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, Jaga Warga diharapkan mampu menjadi model penguatan keamanan berbasis komunitas yang adaptif dan berkelanjutan di Kabupaten Bantul. (BGX)






