(Media Panggungharjo) – Sabtu (04/11/2022), Kalurahan Panggungharjo kembali menjadi tujuan kunjungan studi tiru. Kali ini, rombongan berasal dari Desa Citimbang dan Desa Gunung Tajem, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, serta Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.
Rombongan tiba di Balai Desa Panggungharjo sekitar pukul 09.20 WIB dengan menggunakan kereta mini. Kehadiran mereka disambut hangat melalui pertunjukan Tari Sigrak Pramesti yang dibawakan oleh delapan anak dari Sanggar Omah Joget Pramesti, menghadirkan suasana akrab sekaligus kental dengan nuansa budaya.
Dalam sambutannya, Wartoid, S.IP., M.Si. menyampaikan rasa bahagia atas penerimaan yang diberikan oleh Kalurahan Panggungharjo.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa. Tarian yang ditampilkan anak-anak tadi sangat rapi dan kompak. Budaya seperti ini masih terawat dengan sangat baik di Panggungharjo,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk belajar langsung mengenai tata kelola pemerintahan desa, khususnya dalam pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Kami melihat BUMDes Panggungharjo sudah berkembang dengan baik dan berjalan sesuai amanat Undang-Undang Desa serta regulasi turunannya. Ini menjadi contoh bagaimana BUMDes dapat berperan sebagai salah satu pilar penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD),” lanjutnya.
Pada sesi diskusi, Wahyudi Anggoro Hadi, S.Farm., Apt. memaparkan pengalaman Panggungharjo dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, hingga pembinaan kemasyarakatan. Ia juga menjelaskan praktik pengelolaan BUMDes, perencanaan wilayah, serta pengelolaan lingkungan melalui unit pengelolaan sampah desa.
Wahyudi turut menyoroti perubahan definisi BUMDes pasca terbitnya Undang-Undang Cipta Kerja, yang membawa implikasi pada tata kelola kelembagaan desa.
“Jika sebelumnya BUMDes didirikan oleh pemerintah desa, kini pendirinya adalah desa sebagai satu kesatuan masyarakat hukum. Di dalamnya terdapat unsur masyarakat, pemerintah desa, dan BPD yang bersama-sama menyepakati pendirian BUMDes. Perubahan ini tentu membawa konsekuensi pada tata kelola yang harus disesuaikan,” jelasnya.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (KUPAS), unit usaha pertama milik BUMDes Panggung Lestari. Unit ini bergerak di bidang jasa pengelolaan lingkungan dengan fokus pada optimalisasi potensi lokal serta mendorong tumbuhnya budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Selain itu, rombongan juga mengunjungi Omah Kreatif Dongaji, unit usaha yang mengolah bahan bekas menjadi batik tulis dan batik cap berbahan kertas. Produk-produk tersebut menjadi contoh pemanfaatan limbah menjadi karya seni bernilai ekonomi tinggi.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, rombongan diajak ke Kampoeng Mataram, kawasan kuliner berkonsep perdesaan. Pengunjung memasuki area melalui jembatan bambu dengan suasana khas Jawa yang ditampilkan melalui bangunan limasan tradisional. Kawasan ini dibangun dengan dukungan dana desa melalui BUMDes Panggung Lestari.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan studi banding bagi rombongan Kecamatan Salem, sekaligus menginspirasi pengembangan BUMDes sebagai salah satu pilar penting dalam peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD), sebagaimana disampaikan Wartoid, S.IP., M.Si. dalam sambutannya.
(Danik Apriyanti / Nadia Melati)





