(Media Panggungharjo) – Puluhan lansia dari delapan Rukun Tetangga (RT) di Padukuhan Kweni, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Minggu (17/5/2026). Kegiatan ini berlangsung di rumah Dukuh Kweni dengan suasana hangat, penuh kebersamaan, dan menjadi perhatian warga sekitar karena menghadirkan pendekatan kesehatan berbasis komunitas.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan rutin, tetapi juga menjadi momentum lahirnya komunitas baru bernama HARMONI (Hipertensi Aman Terkendali Bersama Komunitas Kweni). Komunitas ini dibentuk sebagai upaya konkret untuk membantu para lansia mengelola tekanan darah tinggi melalui pendekatan sosial, edukasi kesehatan, dan aktivitas fisik ringan yang berkelanjutan.
Sejak pagi hari, para peserta sudah memadati lokasi kegiatan. Mereka datang dengan penuh antusias, sebagian besar didampingi keluarga atau tetangga. Suasana semakin hidup ketika panitia memulai rangkaian acara dengan senam lansia yang diiringi lagu-lagu nostalgia, menciptakan atmosfer ceria yang membuat para peserta lebih rileks dan bersemangat.
Kegiatan senam tersebut tidak hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi juga sarana interaksi sosial antarwarga lansia dari berbagai RT. Banyak peserta tampak tersenyum, bernyanyi, bahkan bergerak mengikuti irama musik dengan penuh semangat. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan kesehatan yang dikemas secara menyenangkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat secara signifikan.
Setelah sesi senam, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengecekan tekanan darah dan konsultasi ringan terkait kondisi kesehatan lansia. Tim pengabdian masyarakat UMY juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, khususnya terkait pencegahan dan pengendalian hipertensi yang menjadi salah satu penyakit paling umum pada kelompok usia lanjut.
Dosen UMY sekaligus Koordinator Pengabdian Masyarakat di Padukuhan Kweni, Dinasti Pudang Binoriang, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting karena bertepatan dengan Hari Hipertensi Sedunia. Menurutnya, hipertensi pada lansia tidak hanya disebabkan oleh faktor fisik, tetapi juga dipengaruhi kondisi psikologis dan lingkungan sosial.
“Kegiatan hari ini punya spirit tersendiri. Pertama karena bertepatan dengan Hari Hipertensi Sedunia, kedua karena masalah hipertensi pada lansia semakin meningkat. Kesendirian, kurangnya aktivitas, serta berbagai persoalan psikologis pada lansia turut meningkatkan risiko hipertensi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa banyak lansia yang tidak menyadari bahwa kondisi kesepian dan minim aktivitas sosial dapat berdampak langsung terhadap tekanan darah. Oleh karena itu, pendekatan komunitas menjadi salah satu solusi yang dinilai efektif untuk membantu menjaga kesehatan mereka secara menyeluruh.
Melalui pembentukan komunitas HARMONI, UMY berharap tercipta ruang sosial yang aktif dan suportif bagi para lansia di Padukuhan Kweni. Komunitas ini dirancang tidak hanya sebagai wadah kegiatan kesehatan, tetapi juga sebagai tempat berbagi cerita, pengalaman, dan dukungan emosional antaranggota.
“Melalui forum ini kami ingin menghadirkan komunitas positif bagi lansia. Dengan rasa bahagia, pikiran menjadi lebih tenang sehingga tekanan darah juga lebih terkontrol,” kata Pudang.
Selain kegiatan fisik dan edukasi kesehatan, para lansia juga mendapatkan materi sederhana mengenai cara kerja jantung. Materi ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar peserta dapat memahami bagaimana tekanan darah dapat meningkat serta bagaimana cara mengendalikannya melalui gaya hidup sehari-hari.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan teknik relaksasi sederhana seperti pengaturan napas, sugesti positif, dan kebiasaan bersyukur. Teknik ini diharapkan dapat membantu lansia mengelola stres yang menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya tekanan darah.
Suasana kegiatan semakin interaktif ketika sesi diskusi berlangsung. Para lansia tampak aktif bertanya mengenai kondisi kesehatan mereka masing-masing. Beberapa bahkan berbagi pengalaman pribadi terkait upaya mereka dalam menjaga kesehatan di rumah.
Ketua Posyandu Lansia Padukuhan Kweni, Sri Rejeki Arum Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang digunakan sangat mudah diterima oleh para lansia karena menggabungkan unsur kesehatan, hiburan, dan kebersamaan sosial.
“Kegiatan hari ini sangat bermanfaat. Materi kesehatannya mudah dipahami, senamnya menyenangkan, dan adanya komunitas positif seperti HARMONI membuat para lansia punya ruang untuk saling mendukung,” ungkapnya.
Ia menilai bahwa keberadaan komunitas seperti HARMONI sangat penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas lansia di tingkat padukuhan. Selain memberikan dampak kesehatan, komunitas ini juga mampu memperkuat hubungan sosial antarwarga yang sebelumnya jarang berinteraksi secara intens.
Dukuh Kweni, Aris Arianta, S.E., menyampaikan bahwa pihak padukuhan sangat mengapresiasi pelaksanaan program HARMONI oleh UMY di wilayahnya. Ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi para lansia, khususnya dalam memahami dan mengelola hipertensi.
“Kami dari pihak padukuhan sangat menyambut baik dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya program HARMONI dari UMY di Kweni,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman lansia terkait penyakit hipertensi serta cara pengelolaannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya kegiatan ini bisa bermanfaat bagi para lansia, khususnya penderita hipertensi. Lansia bisa lebih paham dan mengerti tentang penyakit hipertensi serta bagaimana cara mengelolanya agar tetap sehat meskipun setiap hari berdampingan dengan hipertensi,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan HARMONI tidak berhenti pada beberapa pertemuan saja, tetapi dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
“Kami berharap kegiatan HARMONI ini tidak hanya berhenti sampai pertemuan ke-4, tetapi bisa dilaksanakan secara berkelanjutan ke depannya,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, ia juga menyampaikan pesan kearifan lokal kepada para lansia.
“Tuwo ora popo, sing penting sehat. Itu yang ingin kami jaga bersama untuk para lansia di Kweni,” pungkasnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menjawab persoalan kesehatan di tingkat lokal. Pendekatan berbasis komunitas seperti ini dinilai lebih efektif karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam prosesnya.
Dengan terbentuknya komunitas HARMONI, Padukuhan Kweni kini memiliki model baru dalam pengelolaan kesehatan lansia berbasis komunitas. Harapannya, model ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kalurahan Panggungharjo maupun daerah sekitar.
Ke depan, komunitas HARMONI diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan sebagai ruang bagi lansia untuk tetap aktif, sehat, dan bahagia dalam menjalani masa tua mereka dengan kualitas hidup yang lebih baik. (BGX)






