Anak

Anak Autis Dari 34 Provinsi Unjuk Kebolehan di Bantul

pada

Glugo (KoranBernas.id) – Sebuah event bertajuk Funtaustic Festival diselenggarakan di Kampoeng Mataraman, Jalan Ring Road Selatan, Glugo, Sewon, Bantul, Jumat (27/7/2019) dan Minggu (28/7/2019). Acara bertema We’re All Love, Hope & Spirit tersebut diikuti perwakilan anak autis berbakat dari 34 provinsi. Mereka unjuk kebolehan, tampil dengan bakatnya masing-masing yaitu melukis, fotografi dan talent show. Penampilan mereka dinilai oleh juri-juri berkompeten yaitu Hadi Barong sebagai dewan juri fotografi. Irianti Erningpraja dan violet singer untuk talet show.

Happy Prety, orang tua yang punya anak autis, maupun Setyaningsih, S.Sn., sebagai praktisi membatik bagi autis, menjadi juri kategori melukis. Masyarakat umum maupun mereka yang punya anak autis dipersilakan datang mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB setiap harinya. Di tempat tersebut orang tua bisa bertanya seputar autis, cara terapinya, mengikuti talkshow autalk, food bazar dan booth, play therapy serta art exhibition secara gratis.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh AJ Entertainment PH & EO yang merupakan program CSR perusahaan tersebut. Event di Jogja merupakan yang ketiga kalinya setelah pada 2017 diselenggarakan di Jakarta dengan 100 peserta, 2018 di Bali dengan 68 peserta. Khusus Jogja diikuti 75 peserta.

Direktur Utama AJ Entertainment PH & EO, Evy Indriani, mengatakan pihaknya mengundang komunitas autis untuk sharing dan berbagi ilmu bersama. Tahun ini temanya art therapy. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada orang tua yang memiliki anak autis. Mereka terus memberikan pendampingan, pendidikan dan terapi bagi anaknya tanpa mengenal putus asa.

“Sejatinya anak-anak ini cerdas dan berbakat. Perlu cara untuk bisa mengarahkan bakat tersebut agar maksimal,” kata Evy.

Pemenang pada perhelatan tahun sebelumnya diundang tampil dan memberikan semangat serta memacu anak autis lainnya agar bisa mengembangkan bakatnya. Happy Prety mengatakan ada orang tua yang tidak menerima anaknya menderita autis sehingga kondisi anak semakin buruk.

“Anak autis ini tidak bodoh. Mereka ini pintar. Maka sekarang tugas kita mengendalikan mereka agar terarah dan mampu mengasah bakatnya. Kita orang tua juga perlu banyak membaca dan belajar cara menangani mereka,” katanya.

Anaknya sendiri ternyata memiliki ketertarikan dengan instrumen drum, kemudian diarahkan bermusik dan mampu berprestasi di ajang Autism Spectrum Disorder (ASD). Autisme merupakan gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi kemampuan seorang anak untuk berkomunikasi, berinteraksi dan berperilaku. (sol)

Sumber: Artikel tahun 2019 koranbernas.id

Tentang Fajar Budi Aji

Hanya seorang yang beranjak tua dan terus mencoba untuk lebih dewasa tanpa menghilangkan rasa kekanak-kanakannya. "Urip Iku Urup" dan "Rasah Wedi Dirasani Karena Hidup Banyak Rasa" Dua motto andalan inilah yang dijadikan pegangan dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X