Garon (Media Panggungharjo) – Dalam rangka memperingati HKB (Hari Kesiapsiagaan Bencana) tahun 2018, Resigana Desa Panggungharjo bersama warga Pedukuhan Garon selenggarakan simulasi bencana gempa bumi, Sabtu (21/4/2018).
Kegiatan yang bertujuan untuk membangun kesadaran, kesiapsiagaan, budaya aman, dan membangun naluri masyarakat untuk selamat dari ancaman bencana sehingga tidak banyak korban yang terdampak ini diselenggarakan di Lapangan Bakti Pancasila, Pedukuhan Garon.
Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dari Pemerintah Desa Panggungharjo, Bhabinkamtibmas Desa Panggungharjo, Babinsa Koramil Sewon, Linmas Desa Panggungharjo, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bantul, Resigana Desa Panggungharjo, Bapel JPS Desa Panggungharjo, Rumah Zakat, SADEPA (Sanggar Anak Desa Panggungharjo), SMK Pelita Buana, TK Marditama, dan warga Pedukuhan Garon.
Warga Pedukuhan Garon dilatih beberapa hal dalam simulasi gempa bumi tersebut yaitu uji sirine peringatan dini, latihan evakuasi, latihan penyelamatan korban, dan pembangunan posko darurat di titik evakuasi. Setelah kegiatan simulasi selesai, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan evaluasi.
Dalam sambutannya, Seto Wijaya, salah satu anggota Resigana Desa Panggungharjo menuturkan bahwa Kabupaten Bantul merupakan daerah yang rentan terhadap ancaman bencana. Maka pengetahuan tentang bencana, kesiapsiagaan untuk bencana, bahkan simulasi sangat perlu dilaksanakan dan ditingkatkan.
“Simulasi itu ibaratnya sekolah seperti ujian, bu. Jadi, bisa dilihat apakah kita siap dengan adanya bencana. Dan adegan yang paling menarik adalah ketika ada ibu-ibu yang melindungi kepalanya dengan panci. Tapi jangan lupa melindungi kepalanya anaknya juga, nggih bu.” ujar Seto.
Seto juga berpesan, yang paling utama dalam menghadapi kebencanaan lebih kepada pengurangan resiko agar tidak banyak korban yang terdampak bencana tersebut, sehingga semuanya harus dipersiapkan sebelum terjadi bencana.
Sedangkan, Kasi Pemerintahan Desa Panggungharjo, Muhammad Ali Yahya, menyampaikan apresiasi dari Pemerintah Desa Panggungharjo untuk warga Pedukuhan Garon yang telah menyelenggarakan simulasi bencana tersebut. Ali Yahya berharap dengan adanya kegiatan tersebut bisa menjadi pelajaran dan pengalaman untuk para warga yang hadir pada acara simulasi.
“Mungkin di lain waktu setelah simulasi gempa bencana, bisa melaksanakan simulasi lainnya seperti kebakaran dan banjir.” pungkas Ali Yahya dalam sambutannya.
Wiwin Effendy selaku perwakilan BPBD Kabupaten Bantul, menyampaikan rasa terimakasih untuk Pemerintah Desa Panggungharjo dan warga Pedukuhan Garon yang telah menyelenggarakan simulasi bencana dalam rangka peringatan HKB 2018. Adapun pelaksanaan HKB 2018 sendiri dilaksanakan serentak secara nasional. Di Kabupaten Bantul sendiri ada 23 desa yang mengikuti kegiatan HKB 2018 ini.
“Wilayah Desa Panggungharjo banyak potensi bencana seperti luapan Sungai Winongo, banjir, dan kebakaran. Mohon untuk warga Desa Panggungharjo selalu waspada.” ungkap Wiwin.
Wiwin menambahkan bahwa dokumentasi kegiatan simulasi gempa yang sudah ada bisa langsung dikirim ke BPBD Kabupaten Bantul untuk dinilai.
Sementara itu, Dukuh Garon, Rosada Roan Athariq, S.Pd., menuturkan terimakasih untuk Pemerintah Desa Panggungharjo, Resigana Desa Panggungharjo, dan warga Pedukuhan Garon yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan simulasi bencana gempa.
“Bila nantinya ada bencana dan kondisi darurat warga Pedukuhan Garon sudah tangguh. Jangan lupa disosialisasikan kepada warga yang lain tentang kegiatan hari ini.” tutur Rosada.
Kegiatan diakhiri dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan foto bersama. (E.M)






