(Media Panggungharjo) – Musyawarah Padukuhan (Musduk) Efisiensi Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Padukuhan (PPBMP) di Kalurahan Panggungharjo memasuki hari keempat pelaksanaan. Forum ini menjadi bagian dari tahapan perencanaan PPBMP Tahun Anggaran 2026 yang menekankan efisiensi anggaran, ketepatan sasaran, serta kesesuaian program dengan kebutuhan riil masyarakat di tingkat padukuhan.
PPBMP merupakan bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bantul kepada kalurahan dengan pola perencanaan berbasis padukuhan. Skema ini dirancang untuk memperkuat posisi padukuhan sebagai subjek perencanaan dan pelaksana kegiatan pembangunan, sekaligus mendorong pemerataan manfaat program di seluruh wilayah kalurahan. Melalui Musduk, warga bersama dukuh menyusun dan menyepakati rencana kegiatan yang akan dibiayai melalui PPBMP sesuai pagu anggaran yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan Musduk Efisiensi PPBMP di Panggungharjo digelar secara bertahap dan bergiliran di seluruh padukuhan. Rangkaian musyawarah dimulai pada Minggu, 1 Februari 2026, di Padukuhan Garon. Kegiatan berlanjut pada Senin, 2 Februari 2026, di Padukuhan Cabeyan Sawit dan Dongkelan, kemudian dilaksanakan di Padukuhan Glondong pada Selasa, 3 Februari 2026. Memasuki hari keempat, Musduk digelar di Padukuhan Krapyak Wetan pada Rabu, 4 Februari 2026.
Dalam setiap Musduk, pembahasan difokuskan pada penyesuaian rencana kegiatan PPBMP agar selaras dengan prinsip efisiensi sebagaimana tertuang dalam pedoman PPBMP Tahun Anggaran 2026. Efisiensi dimaknai sebagai penyesuaian program dengan pagu anggaran, penghapusan kegiatan yang dinilai kurang prioritas, serta pemilihan kegiatan yang memberikan manfaat langsung dan terukur bagi masyarakat padukuhan.
Selain membahas arah kebijakan PPBMP, Musduk juga menjadi ruang penyerapan aspirasi warga terkait kebutuhan sosial, kesehatan, pendidikan, serta isu-isu strategis yang dihadapi padukuhan. Dalam forum tersebut, dukuh bersama tokoh masyarakat, perwakilan lembaga padukuhan, dan warga mendiskusikan skala prioritas program, rasionalisasi anggaran, serta kemungkinan penggabungan atau penyesuaian kegiatan agar tetap relevan dengan kondisi lapangan.
Kamituwa Panggungharjo, Hosni Bimo Wicaksono, saat dihubungi melalui WhatsApp pada Kamis, 5 Februari 2026, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musduk Efisiensi PPBMP berada dalam kerangka koordinasi Pangripta. Menurutnya, Musduk menjadi bagian penting untuk memastikan arah perencanaan PPBMP tetap sejalan dengan kebijakan kalurahan dan tujuan program secara umum.
“Program-program yang dibahas dalam Musduk ini banyak bersifat sosial dan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Secara garis besar, ada tiga bidang yang menjadi perhatian, yaitu pengentasan kemiskinan, stunting, dan masalah-masalah strategis di padukuhan,” ujar Hosni.
Ia menambahkan bahwa keterlibatannya dalam memantau Musduk dilakukan untuk menjaga kesesuaian hasil musyawarah di tingkat padukuhan dengan kerangka kebijakan PPBMP. “Saya ikut memantau hasil Musduk supaya tetap sesuai dengan arah program dan tidak keluar dari ketentuan yang ada,” katanya.
Pangripta Panggungharjo, Sunardiyono, selaku pelaksana kegiatan, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Musduk Efisiensi PPBMP di Kalurahan Panggungharjo telah dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Seluruh tahapan musyawarah dijadwalkan secara bergiliran agar dapat menjangkau seluruh padukuhan secara merata.
“Musduk dilaksanakan sesuai aturan yang ada. Seluruh 14 padukuhan sudah dijadwalkan untuk melaksanakan musyawarah. Melalui forum ini, diharapkan perencanaan PPBMP di masing-masing padukuhan dapat berjalan tertib dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sunardiyono.
Pada Tahun Anggaran 2026, setiap padukuhan di Kalurahan Panggungharjo memperoleh alokasi PPBMP sebesar Rp40.000.000. Dengan jumlah 14 padukuhan, total pagu Bantuan Keuangan PPBMP yang dikelola di Panggungharjo mencapai Rp560.000.000. Besaran pagu tersebut menjadi dasar bagi setiap padukuhan untuk menyusun rencana kegiatan secara realistis dan proporsional sesuai kebutuhan warga.
Pelaksanaan Musduk Efisiensi PPBMP di Padukuhan Krapyak Wetan mendapatkan respons positif dari warga dan tokoh masyarakat setempat. Dukuh Krapyak Wetan, Danang Kurniawan, menyampaikan bahwa musyawarah berjalan lancar dan dapat diterima oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, Musduk Efisiensi PPBMP di Padukuhan Krapyak Wetan berjalan dengan lancar. Warga melalui tokoh-tokoh masyarakat yang kami undang dapat menerima kebijakan efisiensi ini. Dalam musyawarah tersebut, kami menyesuaikan anggaran PPBMP dari semula Rp50 juta menjadi Rp40 juta dengan mencoret beberapa usulan kegiatan yang dinilai kurang prioritas,” ujar Danang.
Menurutnya, proses musyawarah berlangsung secara terbuka dan partisipatif sehingga warga memahami alasan penyesuaian anggaran serta arah kebijakan PPBMP Tahun Anggaran 2026. Ia berharap, program yang disepakati tetap dapat memberikan manfaat meskipun dengan pagu anggaran yang lebih terbatas.
Di sisi lain, pelaksanaan Musduk Efisiensi PPBMP juga memunculkan sejumlah catatan dari padukuhan terkait arah kebijakan program. Salah satu dukuh menyampaikan pandangan bahwa perubahan fokus PPBMP Tahun Anggaran 2026 dirasakan berbeda dibandingkan dengan skema sebelumnya.
Dukuh Garon, Rosada Roan Athariq, menilai bahwa sebagian program PPBMP tahun ini cenderung lebih banyak diarahkan pada isu-isu tertentu, sehingga ruang prioritas padukuhan menjadi lebih sempit. Menurutnya, pada skema sebelumnya, padukuhan memiliki ruang lebih luas untuk menentukan program di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup sesuai kebutuhan warga.
“Pada prinsipnya, kami ingin PPBMP tetap memberi ruang besar bagi program-program yang langsung dirasakan masyarakat padukuhan, seperti kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa arah kebijakan PPBMP Tahun Anggaran 2026 tidak terlepas dari adanya penyesuaian kebijakan di tingkat yang lebih tinggi. Namun demikian, ia berharap agar hasil Musduk tetap dapat mengakomodasi kebutuhan dasar masyarakat di tingkat padukuhan.
Terlepas dari berbagai pandangan yang muncul, Musduk Efisiensi PPBMP di Panggungharjo dipahami sebagai bagian dari proses perencanaan yang dinamis dan partisipatif. Seluruh usulan dan hasil musyawarah di tingkat padukuhan akan menjadi bahan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan Tahun Anggaran 2026, sebelum ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Rangkaian Musduk Efisiensi PPBMP di Panggungharjo masih akan berlanjut pada Kamis, 5 Februari 2026, di Padukuhan Geneng dan Pelemsewu. Selanjutnya, musyawarah dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026, di Padukuhan Ngireng-ireng, Jaranan, Pandes, Kweni, dan Krapyak Kulon. Seluruh rangkaian kegiatan direncanakan berakhir pada Sabtu, 7 Februari 2026, dengan pelaksanaan Musduk di Padukuhan Glugo. (BGX)






