(Media Panggungharjo) – Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) merupakan program Pemerintah Kabupaten Bantul yang difokuskan untuk mendukung pembangunan berbasis masyarakat di tingkat padukuhan. Pada tahun 2025, PPBMP di Kalurahan Panggungharjo disalurkan kepada 14 padukuhan dengan total pagu anggaran Rp700.000.000 atau Rp50.000.000 per padukuhan, yang difokuskan pada tiga sektor prioritas, yakni kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.
Penyaluran bantuan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) di Kalurahan Panggungharjo dilakukan secara bertahap mulai Agustus 2025. Proses penyerahan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) tingkat kalurahan kepada perwakilan masing-masing padukuhan. Pemerintah Kalurahan Panggungharjo berperan sebagai fasilitator dan pendamping agar pelaksanaan program berjalan transparan, partisipatif, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan warga.
Program PPBMP menjadi salah satu strategi pembangunan berbasis masyarakat di tingkat lokal. Seluruh perencanaan dilakukan melalui musyawarah padukuhan, sehingga bantuan yang diterima benar-benar berasal dari usulan warga sendiri, bukan sekadar program dari atas. Pendekatan ini memberi ruang bagi setiap padukuhan untuk menentukan prioritas kebutuhan paling mendesak di lingkungannya.
Bantuan bidang kesehatan difokuskan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat, khususnya kegiatan posyandu dan pemeriksaan rutin warga. Berbagai sarana dan prasarana disediakan, mulai dari tensimeter, alat cek gula darah, kolesterol, dan asam urat beserta stik pendukungnya, hingga perlengkapan medis seperti termogun, tabung oksigen, nebulizer, dan kursi roda. Selain itu, fasilitas penunjang seperti meja, kursi, almari, tikar, serta perlengkapan operasional lainnya juga turut diadakan agar pelayanan kesehatan di padukuhan semakin nyaman dan optimal.
Sementara itu, bidang pendidikan mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kualitas sarana belajar anak-anak. Bantuan mencakup perbaikan maupun pengadaan fasilitas ruang belajar, seperti meja, kursi, almari, serta perlengkapan pendukung seperti tikar, kasur UKS, alat permainan edukatif (APE), hingga perangkat pembelajaran dan administrasi. Bahkan beberapa padukuhan juga melengkapi kebutuhan teknologi seperti laptop, printer, dan perangkat multimedia untuk menunjang proses belajar yang lebih modern dan efektif.
Tidak kalah penting, bidang lingkungan juga menjadi perhatian utama. Bantuan diarahkan pada penguatan sistem pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Warga menerima berbagai sarana seperti komposter, mesin pencacah daun dan sampah, tempat sampah terpilah, keranjang, ember pilah, timbangan, hingga gerobak sampah roda dua dan roda tiga. Peralatan ini mendukung gerakan kebersihan berbasis masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Pemerintah Kalurahan juga menghimpun tanggapan dari para dukuh selaku pelaksana di tingkat padukuhan guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Dukuh Garon, Rosyada, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pada tahun ini secara umum telah sesuai dengan usulan warga.
“Pendistribusian PPBMP tahun 2025 sudah baik dan sesuai dengan permohonan padukuhan. Hanya saja prosesnya sedikit lebih lambat karena tahun ini menggunakan sistem Cortex, sehingga Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan Tim Pelaksana Belanja Jasa (TPBJ) perlu menyesuaikan dengan mencari toko atau penyedia yang sudah terdaftar dalam sistem tersebut,” ujarnya.
Kehadiran PPBMP membuat pembangunan di Panggungharjo tidak lagi bersifat seragam, melainkan menyesuaikan karakter dan kebutuhan masing-masing padukuhan. Model ini memberi ruang bagi warga untuk berperan aktif sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, sehingga rasa memiliki terhadap hasil pembangunan juga semakin kuat.
Pemerintah Kalurahan Panggungharjo berharap program ini mampu mendorong kemandirian padukuhan dalam mengelola potensi wilayahnya. Lebih dari sekadar bantuan fisik, PPBMP menjadi penguat semangat gotong royong dan kebersamaan warga dalam menciptakan lingkungan yang sehat, pendidikan yang lebih baik, serta kualitas hidup masyarakat yang terus meningkat.
Sinergi antara Pemerintah Kalurahan, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Tim Pelaksana Belanja Jasa (TPBJ), dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu menjadikan PPBMP sebagai motor penggerak pembangunan lokal. Langkah kecil yang konsisten di setiap padukuhan membuat Panggungharjo optimistis mampu mewujudkan pembangunan yang merata, berdaya, dan berkelanjutan. (NAV)






