Partisipasi Masyarakat

Blusukan Ala Pemerintah Desa Panggungharjo

Oleh

pada

Panggungharjo (Media Panggungharjo) – Gotong royong merupakan salah satu kearifan lokal yang hingga kini masih dilestarikan masyarakat. Bulan Mei, diperingati sebagai Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), sebagai upaya agar semangat bergotong royong terus menggelora di masyarakat.

Di Desa Panggungharjo, budaya gotong royong masih kerap dilaksanakan. Biasanya, gotong royong atau sering disebut juga dengan kerja bakti dilaksanakan pada hari minggu atau hari libur.

Pada hari Minggu (05/05/2019), yang bertepatan dengan Hari Lembaga Swadaya Desa, Lurah Desa Panggungharjo bersama jajaran perangkat Desa Panggungharjo melaksakan turba (turun ke bawah), meninjau pelaksanaan kerja bakti warga Desa Panggungharjo.

Sekitar pukul tujuh pagi, seluruh tim turba sudah berkumpul di halaman Kantor Lurah Desa Panggungharjo. Setelah semua tim berkumpul, sekitar pukul delapan, setiap tim menuju lokasi kerja bakti di pedukuhan.

Tim turba dibagi menjadi tiga kelompok, tim turba I terdiri dari Sunardiyono, S.Pd., Kuat Sejati, Drs. Abdul Rozak, M.Pd., Toto Sudiarko, dan Fajar Irvan Rifai, bertugas meninjau kerja bakti di empat pedukuhan, yakni Pedukuhan Garon, Cabeyan, Ngireng-ireng, serta Geneng.

Tim turba II, terdiri dari Nur Haryanta, S.H., Hosni Bimo Wicaksono, Purnomo Hadi, B.A., Arif Suwandi, S.E., serta Adeliani Eva Hapsari, bertugas meninjau kerja bakti di lima pedukuhan, yakni Pedukuhan Jaranan, Sawit, Pandes, Glondong, dan Pelemsewu.

Sedangkan Tim turba III, terdiri dari Wahyudi Anggoro Hadi, S.Farm., Apt., Muhammad Ali Yahya, S.H., Drs. Koesriyadi, serta Nur Afifah, bertugas meninjau kerja bakti di lima pedukuhan, yakni Pedukuhan Kweni, Dongkelan, Glugo, Krapyak Kulon, dan Krapyak Wetan.

Ketika tim turba sampai di lokasi kerja bakti, para warga masih sibuk bergotong-royong di wilayahnya.  Di beberapa titik, beberapa warga mengungkapkan harapan mengenai pembangunan di wilayahnya.

“Insya Allah tahun depan sudah menjadi jalan beraspal. Minta do’anya, ya, Pak Lurah.” tutur salah satu warga Kweni kepada Lurah Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi.

Kegiatan turba BBGRM ini diadakan rutin setiap tahun, dengan harapan pemerintah desa dapat meninjau langsung kegiatan gotong royong di masyarakat. Melalui kegiatan turba, pemerintah desa juga dapat mendengarkan langsung aspirasi dari masyarakat. (Fif)

Tentang nurafifah

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X