Budaya

Pedukuhan Glondong, Jalin Silaturahmi Melalui Wiwit Srawung

pada

Glondong (Media Panggungharjo) – Antusias warga Pedukuhan Glondong gelar merti dusun yang bertemakan “Wiwit Srawung” pada Sabtu (15/9/2018). Dipilihnya tema tersebut, untuk mewujudkan harapan warga Pedukuhan Glondong agar tidak melupakan Budaya Jawa.

Kegiatan merti dusun diawali dengan kirab budaya mulai dari Lapangan Prancak Glondong menuju titik finisih yaitu Sumur Miring yang terletak di Jalan KH. Ali Maksum. Dalam kirab merti dusun tersebut, menampilkan Bregada Jaga Tani dan delapan gunungan dari masing-masing RT Pedukuhan Glondong yang kemudian diikuti oleh seluruh warga Pedukuhan Glondong. Bregada Jaga Tani merupakan bregada baru milik Pedukuhan Glondong yang pesertanya adalah perwakilan dari masing-masing RT.

Setelah kirab, sesampainya di titik finish yaitu di Sumur Miring (ujung selatan Jl. K.H. Ali Maksum -red), warga melihat pertunjukan fragmen singkat sendratari “Wiwit Srawung” yang diperankan oleh perwakilan muda-mudi Pedukuhan Glondong. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan doa dan makan sego wiwit bersama-sama.

Sedangkan, pada malam puncak acara merti dusun warga Pedukuhan Glondong selenggarakan pagelaran wayang kulit yang di dalangi oleh Ki Sumantri, S.Sn., dengan lakon Semar Mbangun Khayangan. Hadir dalam kesempatan tersebut, Seksi Seni Tradisi Kerakyatan Dinas Kebudayaan DIY, wakil ketua DPRD DIY, Tokoh Masyarakat Desa Panggungharjo, dan seluruh warga Pedukuhan Glondong.

Suryadi Putra, S.H., selaku ketua panitia merti dusun Glondong menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan merti dusun ini dimulai dengan kirab dengan target hanya 250 orang peserta, ternyata antusias dari masyarakat bisa mencapai 1000 orang peserta. Pelaksanaan merti dusun ini sendiri dimaksudkan untuk meningkatkan silaturahmi antar warga Pedukuhan Glondong dari RT 01 hingga RT 08.

“Saya berterimakasih kepada warga Pedukuhan Glondong serta panitia yang terlibat telah membantu menyukseskan dalam acara merti dusun ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa mendapatkan berkah dari Allah SWT, Alllahumma Amin…” pungkas Suryadi dalam sambutannya.

Sedangkan, Tokoh Masyarakat Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi, S.Farm., Apt., mengapresiasi antusias warga Pedukuhan Glondong yang telah menyelenggarakan merti dusun dengan sangat baik. Wahyudi menjelaskan, pemilihan tema “wiwit srawung” untuk kegiatan merti dusun ini karena di Desa Panggungharjo khususnya Pedukuhan Glondong dalam satu dekade terakhir sudah berubah.

“Kalau pada zaman dulu wilayah di Pedukuhan Glondong lebih didominasi dengan pertanian tetapi sekarang hanya jasa dan perdagangan. Pemerintah Desa Panggungharjo berharap, melalui merti dusun ini bisa kembali ngawiti dengan warga yang lain.” tambah Wahyudi.

Wahyudi menambahkan, warga Pedukuhan Glondong ingin merawat kembali kebudayaan-kebudayaan khususnya dibidang agraris yang dekat dengan petani. Oleh sebab itu, selesai kirab siang tadi, warga Pedukuhan Glondong bersama-sama dhahar kembul sego wiwit (makan bersama nasi wiwit – red).

“Melalui merti dusun Glondong, mari bersama-sama kita melestarikan budaya yang ada di Desa Panggungharjo terutama di Pedukuhan Glondong.” tutur Wahyudi.

Seksi Seni Tradisi Kerakyatan Dinas Kebudayaan DIY, Drs. Danang Sujarwo, dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu upaya pelestarian budaya adalah wayang kulit. Pelestarian sendiri merupakan sebuah upaya dinamis untuk perlindungan, pengamanan, dan pemanfaatan.

Danang juga menjelaskan, merti dusun Glondong ini merupakan salah satu potensi budaya yang menjadikan kekuatan bagi masyarakat dalam menjaga harmonisasi sebuah kehidupan bermasyarakat, sehingga muncul semangat warga dalam hidup bergotong royong.

“Nanti akan menyaksikan pagelaran wayang kulit oleh Ki Sumantri, S.Sn., dengan lakon Semar Mbangun Khayangan, mari kita bersama-sama melihat pertunjukkan wayang ini agar bisa mengambil pesan yang akan disampaikan.” pungkas Danang.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan oleh wakil ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto, SIP., mengatakan bahwa kepada warga tamu yang hadir untuk bersama-sama mengambil pesan cerita pagelaran wayang dengan lakon “Semar Mbangun Khayangan”. Arif menjelaskan, khayangan sendiri merupakan simbolisasi kehidupan surga yang digambarkan sebagai tempat aman dan nyaman.

“Semoga warga Pedukuhan Glondong bisa hidup dengan tempat aman dan nyaman seperti khayangan yang akan diceritakan dalam pagelaran wayang pada malam hari ini.” harap Danang.

Arif juga menjelaskan bahwa pemanfaatan dana keistimewaan untuk merti dusun harus diukur setelah melaksanakan kegiatan tersebut, seperti setelah melaksanakan merti dusun ini warga tambah guyub atau tidak. Jika merti dusun terlaksana sangat baik berarti pemanfaatan dana keistimewaan tidak sia-sia.

“Saya sangat senang sekali bisa berada di lingkungan Pedukuhan Glondong. Sukses untuk Pedukuhan Glondong, tambah guyub dan rukun dalam membangun kesejahteraan.” pungkas Arif. (E.M)

Tentang Erisca Meidy

God gives his hardest battles to his strongest soldiers :) Keajaiban adalah dengan percaya pada dirimu sendiri. Jika kamu dapat melakukannya, maka kamu dapat membuat segala sesuatunya terjadi.

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X