Pagelaran

Mainan Jadul Hingga Penampilan Kesenian Meriahkan Festival Sedesa

Oleh

pada

Kweni (Gudeg.net) – Warga Desa Panggungharjo, Bantul menggelar Expo Sedesa pada 12-14 Desember 2019 di Lapangan Mini Kweni, Panggungharjo. Acara yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-73 Desa Panggungharjo ini dimeriahkan pameran profil 14 pedukuhan, pasar kuliner dan kerajinan warga, penampilan kesenian, dan lain-lain.

Masing-masing pedukuhan menampilkan ciri khasnya. Salah satu pedukuhan, Pedukuhan Pandes memamerkan dolanan atau mainan zaman dulu seperti wayang, angkrek, payung, othok-othok, kitiran.

Selain itu, ada pula pameran dari lembaga desa, juga pasar warga. Di panggung, sore itu antara lain tampil kesenian angklung oleh Kelompok Laras Sejati dari Pedukuhan Dongkelan, yang anggotanya terdiri dari ibu-ibu.

Festival Sedesa tahun ini mengangkat tema Wis Budal.

“Wis Budal itu singkatan dari wisata, budaya dan literasi. Jadi yang ditonjolkan aspek wisata, budaya dan literasinya,” kata Fajar Budiaji, panitia, ketika berbincang dengan GudegNet, Jumat (13/12).

Acara ini digelar untuk kedua kalinya. Jika di tahun lalu melibatkan vendor, acara tahun ini murni menggunakan ide-ide dari para pemuda.

Fajar mengatakan, acara ini tak hanya diselenggarakan satu lembaga ataupun komunitas saja, melainkan semua elemen desa sehingga dipilih nama Sedesa sebagai nama acara.

“Festival Sedesa, sak deso ayo bareng-bareng merayakan hari jadinya, seluruh masyarakat, instansi, lembaga, ayo gabung jadi satu, kita melebur, kita rayakan hari jadi bersama-sama,” kata Fajar ketika berbincang dengan GudegNet, Jumat (13/12) di lokasi acara.

Ia berharap Festival Sedesa sebagai perayaan hari jadi desa yang digelar tiap tahun dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat desa.

Setelah Expo Sedesa, rangkaian acara berikutnya adalah kirab budaya yang akan dilangsungkan 22 Desember 2019. Kirab akan dimulai dari Lapangan Prancak hingga Lapangan Mini Kweni.  Rangkaian terakhir, akan diadakan doa bersama di Balai Desa Panggungharjo pada 24 Desember 2019. (Wirawan Kuncoro Jati)

Sumber: Artikel tahun 2019 gudeg.net

Tentang nurafifah

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X