Sambung Rasa

Jaring Aspirasi Masyarakat Oleh BPD Desa Panggungharjo

pada

Panggungharjo (Media Panggungharjo)Sabtu (22/02/2020) BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Desa Panggungharjo mengadakan acara Jaring Aspirasi Masyarakat di Joglo Bapak H. Ridwan Hasyim RT 05 Krapyak Wetan. Jaring aspirasi ini mewakili kring utara yang meliputi Pedukuhan Krapyak Wetan, Krapyak Kulon, Dongkelan dan Pedukuhan Glugo. Serta dihadiri oleh perwakilan dari ketua RT, PKK, karang taruna, dukuh-dukuh yang berada di wilayah kring selatan, serta Bhabinkamtibmas Desa Panggungharjo. Acara dimulai pada pukul 20.30 WIB diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Bapak Dukuh dan ketua BPD.

Acara Jaring Aspirasi Ini adalah sebuah kegiatan untuk menampung masukan, kritik, dan saran terhadap Pemerintah Desa yang dalam hal ini disampaikan melalui BPD Desa Panggungharjo.

“Hari ini kita berkumpul untuk Jaring Aspirasi dengan BPD. Apa yang menjadi pertanyaan nanti bisa disampaikan kepada BPD, dan mari kita giatkan forum jaring aspirasi ini karena pastinya setiap tahun pasti akan ada. Selamat menjalankan jaring aspirasi” ungkap subarjo selaku Dukuh Krpayak Wetan dalam sambutannya.

Ari Suryanto, S.E. selaku Ketua BPD dalam sambutannya menjelaskan perihal lembaga BPD dan peran fungsinya.

“BPD  merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa Panggungharjo. Anggota BPD merupakan wakil dari penduduk Desa Panggungharjo yang berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat” Ujarnya.

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa keberadaan BPD bertugas menampung aspirasi dan nantinya menyalurkan ke Pemerintah Desa.

“Salah satu tugas BPD adalah menyerap informasi, menampung dan menyalurkannya ke Pemeritah Desa” Tambah Ari.

Selanjutnya acara dilanjut dengan forum jaring aspirasi. Dengan membuka pertanyaan dan masukan yang disampaikan oleh warga kepada BPD.

Rahmat salah satu warga dari RT o3 Krapyak Wetan menyampaikan keluhannya terhadap salah satu program pemerintah Desa yang berkaitan dengan sampah.

“Program bapak Lurah yang setiap Padukuhan ada TPA itu bagaimana? karena kami kesulitan untuk pembuangan, katanya kan untuk pengambilan 5 hari sekali” ungkap Rahmat menyampaikan keluhannya perihal TPA.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi tanah semakin lama semakin berkurang. Hal yang akan terjadi nantinya adalah kekeringan air disebabkan kondisi tanahnya mulai berkurang.

“Tanah lama-lama semakin berkurang, bagaimana kalau diadakan Hidran Air yang padat penduduk. Untuk penanggulangan kebakaran. Rahmat juga menyarankan agar nomor-nomor penting di sosialisasikan ke padukuhan” Jelas Rahmat.

Muhidin dari RT 05 Krapayak Wetan menyampaikan keluhannya perihal persoalan sampah

“Sampah di Piyungan sudah tidak bisa diambil karena tidak bisa masuk mobilnya. Mobil yang ke Piyungan harus ada izin dari Kabupaten/ Kota. Oleh karenanya kita butuh TPS sementara, agar dapat diangkut oleh grobag sampah” ungkap Muhidin.

Ia juga menyampaikan keluhannya perihal jalan dan kebisingan suara knalpot yang menyebabkan tergangunya istirahat warga dimalam hari.

“Aspal baru kendaraann tidak ada yang lambat, ditambah ada yang menggunakan knalpot blombongan yang suaranya sangat bising, itu untuk agar bisa ditertibkan” jelas Muhidin memaparkan kepada Bhabinkamtibmas.

Selanjutnya, Joko Seto warga RT 12 Krapyak Wetan menyampaikan pertanyaan kepada BPD.

“Pernahkah BPD merespon dan menelusuri tentang tarif pemakaman di krapyak? Informasi dari beberapa juru kunci berebeda-beda, tarif yang sangat tinggi, akan tetapi warga yang meninggal kurang mampu” tegas Joko menyampaikan pertanyaan kepada BPD.

Joko juga menambahkan pertanyaan perihal pencatatan sipil yang  mekanismenya tidak sesuai peraturan.

“Berdasarkan edaran dari PEMKAB Bantul No. 474/ 245. Pencatatan sipil 118/48/2017. Saudara Camat sudah tidak melewati RT dan Dukuh. Bahkan RT belum pernah menerima perkembangan penduduk. RT tidak ada surat keluar kelain dinas, dll” tambah Joko dalam menjelelaskan persoalan pencatatan sipil.

Beberapa pertanyaan dan keluh kesah yang disampaikan oleh warga desa sudah ditampung oleh BPD. Setelah sesi penyampaian permalasahan sudah selesai, pihak BPD memberikan jawaban terhadap beberapa pertanyaan tersebut.

Di awali dari persoalan sampah dan TPA Piyungan. Ari Suryanto, S.E. menjelaskan bahwa memang sudah bukan wacana lagi pada tahun 2021 TPA Piyungan akan ditutup. Dan kedepan harapnnya Desa Pangungharjo sudah bisa mengelola persoalan sampah secara mandiri.

“Memang benar pada tahun 2021 TPA Piyungan akan ditutup. Sampai saat ini, kita pemerintah desa terus mengpayakan pengelolaan sampah secara mandiri. Jalan satu-satunya mengelola sampah dari setiap tumah tangga. Di usahakan nantinya setiap RT membuka bank sampah” ujar Ari menanggapi pertanyaan warga perihal sampah.

Menanggapi perihal Hidran Air. Nantinya akan kita sampaikan kepada pihak Pemerintah Desa agar bisa ditindaklanjuti.

“Nanti akan kita komunikasikan kepada pemerintah desa. Dan untuk pembuatan sumur resapan, silahkan warga melihat APBDES dan mengajukan proposalnya.

Menanggapi yang soal nomor-nomor penting. Ari menjelaskan bahwa sudah dilakukan sejak bulan Januari di setiap pos kamling.

“Untuk nomor-nomor penting sudah dipasangkan 1 poskamling tiap padukuhan, mulai bulan januari oleh Pak Ali Yahya” Ungkap Ari.

Sementara, untuk persoalan tarif makam ” Tarif makam urusannya dengan kearifan lokal pokgiat dan bapak Dukuh. RT duduk bersama untuk merumuskan” Usul Ari menanggapi persoalan tarif makam. Ia juga menambahkan “untuk masalah kependudukan akan kita sampaikan ke kepala dinas kependudukan” tambah Ari. Dan untuk masalah knalpot blombangan “kita serahkan ke bapak Jaduk untuk nantinya bisa ditindaklanjuti” jelasnya.

Acara Jaring Aspirasi ini ditutup pada pukul 22.30 WIB dengan membaca doa bersama-sama “Alhamdulillah”. (ZID)

 

 

Tentang Muhammad Zidny Kafa

Selama ini aku tidak mengalah, tapi terkalahkan oleh kepentingan "Sesaat". Civil Disobedience

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X