Pagelaran

Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019 : “MULANIRA”

pada

Festival Kesenian Yogyakarta Tahun Ini Resmi Menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta

Yogyakarta (Pamityang2an.com) – Setelah berjalan selama 30 tahun, pada 2019 ini Festival Kesenian Yogyakarta resmi berubah menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta. Berubahnya nama festival tahunan kebanggaan warga Yogyakarta ini didasari kesadaran memelihara dan lebih mengembangkan apa yang selama ini telah ada dan berkembang selama ini.

“Kita ingin lebih mengembangkan dan mengharapkan kebudayaan ini jadi bagian yang lebih luas, karena tidak hanya bicara tentang kesenian tapi juga dengan yang lain”, jelas Kepala Dinas Kebudayaan, Aris Eko Nugroho, SP., MSi.

Sejalan dengan hal tersebut, festival yang venue utamanya bertempat di Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul ini, akan mencakup obyek‐obyek kebudayaan yang tercantum di Perdais No. 3 Tahun 2017, yaitu meliputi nilai‐nilai budaya, pengetahuan dan teknologi, bahasa, adat istiadat, tradisi luhur, benda, dan seni.

Adapun tema yang diangkat festival yang rencananya akan digelar pada 4 hingga 21 Juli 2019 mendatang adalah MULANIRA: ruang|ragam|interaksi. Tema tersebut kemudian dimaknai “Kembali ke asal mula: Apa yang sebelumnya ditetapkan, mengalami pergeseran yang menuntut kemampuan jawaban tiap generasi”.

“Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019 ‘Mulanira’ berupaya menjadi peristiwa budaya guna menunjukkan semangat dan karakter keterbukaan, keramahan dan tepa selira.” jelas Paksi Raras Alit, Ketua Umum Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019.

“Seluruh hal tersebut nanti sekaligus dikemas dalam rangkaian beragam kegiatan seperti pawai, pagelaran, pameran, dan pasar seni.” lanjutnya.

Sebelum gelaran ini resmi dimulai, akan digelar beberapa kegiatan pre‐event bertajuk “Mulanira Malyabhara” di beberapa titik sepanjang Jalan Malioboro. Kegiatan ini selain sebagai penanda sebentar lagi akan ada FKY, juga untuk mengartikulasikan Malioboro sesuai etimologinya ‘Malyabhara’, yang berarti jalan beruntaikan bunga.

Pre‐event ini nanti akan berupa aktivasi situs‐situs publik berbentuk instalasi visual dan kegiatan – kegiatan publik di sepanjang Jalan Malioboro.” ungkap Gintani Nur Apresia Swastika, Direktur Kreatif FKY 2019.

Lokasi titik‐titik kegiatan pre‐event tersebut adalah 1 Juni 2019 di Pertigaan Pasar Kembang bekerja sama dengan Malioboro After Midnight, 15 Juni 2019 di Gerbang Barat Kepatihan, dan 29 Juni 2019 di Pertigaan Ngejaman. (Admin)

Sumber : Artikel tahun 2019 pamityang2an.com

Tentang Fajar Budi Aji

Hanya seorang yang beranjak tua dan terus mencoba untuk lebih dewasa tanpa menghilangkan rasa kekanak-kanakannya. "Urip Iku Urup" dan "Rasah Wedi Dirasani Karena Hidup Banyak Rasa" Dua motto andalan inilah yang dijadikan pegangan dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X